|
|
Tanggal 2 Juni 2010 adalah tanggal dilaksanakanya pemilukada atau pilkada (terserah anda mengistilahkanya), tapi bagi saya tanggal itu adalah saat dilaksanakanya pemilihan orang yang akan menjadi pemimpin no. 1 di trenggalek tercinta untuk periode 2010-2015. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya di situs resmi kpu trenggalek muncul juga visi dan misi para cabup dan cawabup trenggalek. Berikut visi dan misi para calon yang saya ambil dari situs kpu trenggalek, semoga bermanfaat bagi kita sebagai pertimbangan dalam memilih pemimpin kita untuk 5 tahun mendatang.
Urut Satu (1), Soeharto-Samsuri (HARSAM)
TRENGGALEK – Secara umum, visi yang diusung pasangan nomor urut satu (1) ini adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Trenggalek melalui ‘PELAYANAN PRIMA’ di semua bidang sendi kehidupan menuju masyarakat yang semakin mandiri, maju, dan mapan berdasarkan iman dan taqwa. Untuk mewujudkan visi tersebut, misi yang kemudian dicanangkan pasangan yang mengusung slogan Trenggalek Maju Mapan (T-5758) ini dalam 100 hari pertama pemerintahan dibagi dalam dua agenda utama. Pertama menyelesaikan/melanjutkan program APBD 2010 yang telah dicanangkan bupati lama, kedua menyusun RAPBD 2011, RPJP dan RPJMD serta laporan LPJKJ dan LPJ. Secara lebih terperinci, HarSam melalui visi-misi yang disampaikannya menawarkan empat fokus program pembangunan yang akan menjadi prioritas pemerintahannya selama lima tahun ke depan (2010-2015). Yakni program pembangunan bidang kesehatan, pendidikan, perekonomian, aparatur pemerintah, serta keimanan dan ketaqwaan. Pada bidang kesehatan, HarSam berjanji untuk meningkatkan sarpras pelayanan kesehatan, meningkatkan pola hidup sehat dan bermartabat melalui program STBM. Selain itu, HarSam juga berjanji untuk meningkatkan pelayanan kesehatan prima untuk keluarga miskin (gakin) melalui program Jamkesmas. Untuk bidang pendidikan, HarSam menitikberatkan program kerjanya pada percepatan sertifikasi guru serta peningkatan profesionalisme guru, mensukseskan program wajib belajar 12 tahun, melek huruf/bebas buta aksara, memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga miskin, memfasilitasi sekaligus memberi bantuan pembinaan pendidikan formal dan nonformal (pondok pesantren), serta meletarikan seni-budaya. Selain dua bidang itu, pemilik nomor urut satu (1) ini juga memberikan perhatian ekstrakhusus pada program-program kebijakan ekonomi (perekonomian). Misalnya di sektor pertanian, pasangan yang diusung sembilan parpol ini berjanji meningkatkan surplus produksi beras, membina kelompok tani, menjadikan Trenggalek sebagai pusat produksi dan pelatihan ‘mocaf’, serta membentuk kawasan agrobisnis di Trenggalek. Di sektor perkebunan dan kehutanan, penekanan kebijakan pembangunan dicurahkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana (sarpras) perkebunan dan kehutanan, peningkatan kapasitas bibit dan hasil produksi, mengembangkan kakao rakyat dan mempertahankan cengkeh rakyat, pengembangan hutan rakyat dan hutan masyarakat, serta memfasilitasi LMDH. Continue reading Persiapan 2 Juni 2010
Hari ini browsing tentang trenggalek ketemu situs resmi KPU Kabupaten Trenggalek. Untuk saudara-saudaraku yang menginginkan informasi resmi seputar pilkada Trenggalek 2010 silakan mengunjungi situs tersebut.
Semoga pemilu dapat berjalan dengan lancar dan Trenggalek tercinta mendapat pemimpin yang terbaik sesuai pilihan masyarakat Trenggalek. Sehingga Trenggalek lebih maju dan berteman hati.
Trenggalekkab.go.id,
 screenshoot web pemkab
Setelah beberapa tahun down, hari ini situs resmi pemerintah kabupaten trenggalek On-Line. Semoga dengan kembali On Line nya situs ini dapat membawa manfaat kepada seluruh masyarakat trenggalek.
Karena situs utama (trenggalekkab.go.id) sampai sekarang tidak kunjung online atau online dengan tampilan yang sangat aneh, maka ada inisiatif dari beberapa departemen/bidang (saya ndak tau nama tepatnya) untuk membuat dari blog. Dari sisi resmi atau tidaknya saya juga tidak tau karena sesuai aturan pandi tentang nama domain, domain resmi pemerintahan adalah .go.id ( aturan dari PANDI).
PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) adalah badan hukum yang dibentuk oleh perwakilan dari komunitas teknologi informasi dan telah memenuhi syarat sebagai badan hukum di Indonesia. PANDI memiliki maksud dan tujuan untuk mengembangkan dan menyediakan jasa layanan yang lain terkait dengan nama domain. Lebih jelas tentang pandi silahkan berkunjung ke web resminya di pandi.or.id.

tampilan trenggalekkab.go.id
Beberapa blog yang bisa anda kunjungi:
BKD Trenggalek
HUMAS Trenggalek
Organisasi Trenggalek
Diantara para netter sepat bertanya kenapa ndak pernah update situs ini?
Jawabanya: Karena saya ndak pandai menulis yang indah dan saya juga kurang tau kondisi trenggalek yang sebenarnya (kondisi terbaru trenggalek). Pada awal pembuatan situs atau blog ini saya punya harapan ada saudara-saudara dari trenggalek yang mau mengirim artikel atau cerita atau juga pengen menampilkan iklan produk mereka di internet.
Ada juga yang pernah bertanya siapa saya ini (admin)?
Jawabanya: silahkan dilihat disini yah
Semoga situs/blog ini kedepan bisa ada manfaatnya buat kita semua, amin.
Saya memforward informasi dari blog IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek) dan dari Facebook IKAT tentang undangan halal bihalal, semoga informasi ini bermanfaat.
HALAL BIHALAL IKAT 2009
Mengharap dengan hormat atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara Sarimbit pada acara :
Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT)
Yang akan diselenggarakan besok pada :
Hari Raya Idul Fitri 1430 H / Lebaran ke-2 (Sesuai Keputusan Menteri Agama RI)
Pukul 19.00 WIB
Bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek
Pakaian Bebas Rapi
Demikian atas perhatian dan kehadirannya disampaikan terima kasih.
Informasi lebih lanjut, hubungi Sekretariat Panitia Halal Bihalal IKAT Tahun 2009
Jalan A. Yani Nomor 1 Trenggalek Telp. 0355-791155 ext 154
e-mail : ikat.trenggalek@gmail.com
Ditulis oleh magang Kamis, 20 Agustus 2009 09:31
TRENGGALEK – Seminggu sebelum habis masa jabatan, pimpinan dan anggota dewan diminta untuk mengembalikan inventaris, berupa mobil dan motor dinas. Jika anggota DPRD periode 2009-2014 dilatik pada 26 Agustus nanti, maka hari itu adalah batas akhir pengembalian invetaris tersebut.
Sekretaris DPRD Trenggalek Machfud Efendi mengatakan sudah mengirimkan surat penarikan inventaris tersebut beberapa waktu lalu. Rencananya, inventaris tersebut akan dikembalikan pada bagian aset (dinas pendapatan, keuangan dan aset daerah). “Nanti aset yang mengelola setelah barang kami kembalikan,” ujar Machfud.
Inventaris kendaraan yang didapatkan para wakil rakyat berupa mobil Nissan Terano untuk ketua dewan, dua Kijang Innova untuk dua wakil ketua dewan, serta 42 sepeda motor Honda Kharisma bagi anggota dewan.
Untuk anggota dewan baru nanti, sekretariat dewan juga sudah mengusulkan sejumlah anggaran dalam perubahan anggaran keuangan. Yaitu sebesar Rp 1 miliar untuk mobil dan Rp 630 juta untuk motor. “Untuk pimpinan dewan, misalnya ketua dewan, jenis kendaraannya disamakan dengan yang dipakai bupati,” ujar Machfud.
Untuk anggaran mobil, nanti setidaknya dibutuhkan empat unit. Satu ketua, dan tiga wakil ketua.
Sekadar diketahui, periode nanti ada tiga wakil ketua. Tidak lagi dua orang seperti periode sekarang. “Sampai sekarang belum ada yang mengembalikan,” ujar Machfud dikonfirmasi dua hari lalu.
Selama ini, anggota DPRD Trenggalek memang hanya mendapatkan inventaris berupa kendaraan dinas. Selain itu, inventaris lain tidak diterimakan. Misalnya, inventaris laptop hanya dibawa oleh pendamping masing-masing komisi.
Sementara dari pantauan Radar Tulungagung, selama ini anggota dewan lebih banyak menggunakan kendaraan pribadinya dibandingkan memakai kendaraan dinas. Ini terutama oleh para anggota dewan, sedangkan pimpinan dewan memakai fasilitas yang lebih nyaman tersebut. Kebanyakan anggota dewan memilih naik mobil pribadi yang tak kalah perlente.
Apalagi untuk anggota baru nanti, separo dari mereka berlatar belakang rekanan proyek dari kelas atas. Bisa jadi bantuan inventaris motor nyaris tak pernah dipakai ngantor, dan rawan disalahgunakan. Misalnya saja seperti yang pernah tertangkap tangan oleh anggota satpol PP, motor dinas dipakai untuk mencari rumput pakan ternak. (tin)
Sumber: radartulungagung.co.id
Sebelum ditemukan sumber yang bersifat tertulis maka daerah itu mengalami masa prasejarah. Sedangkan di Trenggalek jaman sejarah akan ditandai dengan adanya prasasti yang pertama kalinya muncul berbentuk Prasati Kampak atau dikenal dengan namanya Perdikan Kampak. Pada jaman Prasejarah, Trenggalek telah dihuni oleh manusia dengan bukti ditemu kannya benda-benda yang merupakan hasil jaman Nirloka. Dari hasil penelitian serta lokasi benda benda prasejarah tadi dapatlah direkontruksikan, perjalanan manusia-manusia pemula di daerah Trenggalek itu dalam beberapa jalur, yaitu :
- Jalur Pertama, dari Pacitan menuju Panggul perjalanan diteruskan ke Dongko, dari Dongko menuju ke Pule kemudian menuju ke Karangan dari sini dengan menyusuri sungai Ngasinan menuju ke Durenan.Kemudian manusia – manusia Purba Trenggalek itu melanjutkan perjalanan ke wajak daerah Tulungagung.
- Jalur Kedua, berangkat dari Pacitan ke Panggul menuju Dongko, melalui tanjakan ngerdani turun ke daerah Kampak laju ke Gandusari, dari sini perjalanan dilanjutkan ke Tulungagung.
- Jalur Ketiga, berangkat dari Pacitan menuju Panggul menyusuri tepi Samudra Indonesia menuju Munjungan, di teruskan ke Prigi lalu Ke Wajak.
Demikian rekontruksi perjalanan manusia – manusia pra sejarah yang berlangsung bolak balik antara Pacitan dengan Wajak. Jalur-jalur perjalanan tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya artefak jaman batu besar seperti, menir, mortar, batu saji, batu dakon, palinggih batu, lumpang batu dan sebagainya. Yang kesemuanya benda benda tadi tersebar didaerah daerah bekas jalur jalur lalu lintas mereka itu. HR VAN HEEKEREN menyatakan bahwa homowajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa Plestosin atas, sedangkan peninggalan Pacitan berkisar antara 8.000 sampai 35.000 tahun yang lalu.Akibatnya masa megaliticum atau masa neoliticum itulah yang meliputi daerah Trenggalek purba. Satu hal yang perlu dicatat disini bahwa manusia – manusia Trenggalek pada waktu itu dapat direkontruksikan lebih tua jika dibandingkan manusia wajak dan lebih muda dibanding dengan manusia – manusia Sampung Ponorogo. Continue reading Sejarah Trenggalek
Hari ini 31 Agustus 2009 Kabupaten Trenggalek Berusia 815
“SELAMAT HARI JADI TRENGGALEK KE 815″
Semoga Makin Maju
“Jaya Wijayagung Mandraguna Trenggalek Jayati”
eastjava.com Adalah situs wisata berbahasa Inggris yang berisi informasi wisata di Jawa Timur, salah satunya adalah informasi wisata di kabupaten Trenggalek.

Trenggalek is situated on the South-West of Surabaya, the Capital city of East Java Province, and bordered by Tulungagung in the East, Indonesian Ocean in the South, Pacitan and Ponorogo in the West, Ponorogo and Tulungagung Regencies in the North.
Trenggalek covers 126.140 Ha, a part of it, is mountainous and the rest is lowland. And tourism places which is very exciting as the other objects.
Trenggalek regencies is enriched with various potential natural resources such as: maining material (marble, limestons, meteorit, orcher, piropillit, feldspar, caolin, trass, sandstons, etc). Agriculture product (rice, corn soja), plantation products (coffee, colve, cacao, coconut mangosteen, zalacca and durian), forest products (such as terpentine as row material for gondorukem / gum) and tourism places which so exciting as the other objects.
There are many visitors often visit this regency to spent their holiday. The visitors are interesting with Trenggalek’s tourism objects, such as: Prigi Beach, Damas Beach, Pelang Beach, Karanggongso Beach, Lowo Cave, and also Trenggalek’s traditional art and food. Its beautiful and origin beaches are able to invite many visitors. Those visitors are also interesting in Trenggalek’s anniversary. It usually held some of traditional attraction, which very interesting.
As coastal area, Trenggalek has many fishermen who can catch many fresh fishes from the sea. They have annual ceremony that called “Larung Semboyo”. This ceremony is mean to thank to God because of His blessing to all fishermen.
Don’t be hesitated to visit Trenggalek. Enjoy its beaches, traditional food and the other interesting places in Trenggalek.
|
|
Komentar Terakhir