|
|
Trenggalekkab.go.id,
 screenshoot web pemkab
Setelah beberapa tahun down, hari ini situs resmi pemerintah kabupaten trenggalek On-Line. Semoga dengan kembali On Line nya situs ini dapat membawa manfaat kepada seluruh masyarakat trenggalek.
Karena situs utama (trenggalekkab.go.id) sampai sekarang tidak kunjung online atau online dengan tampilan yang sangat aneh, maka ada inisiatif dari beberapa departemen/bidang (saya ndak tau nama tepatnya) untuk membuat dari blog. Dari sisi resmi atau tidaknya saya juga tidak tau karena sesuai aturan pandi tentang nama domain, domain resmi pemerintahan adalah .go.id ( aturan dari PANDI).
PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) adalah badan hukum yang dibentuk oleh perwakilan dari komunitas teknologi informasi dan telah memenuhi syarat sebagai badan hukum di Indonesia. PANDI memiliki maksud dan tujuan untuk mengembangkan dan menyediakan jasa layanan yang lain terkait dengan nama domain. Lebih jelas tentang pandi silahkan berkunjung ke web resminya di pandi.or.id.

tampilan trenggalekkab.go.id
Beberapa blog yang bisa anda kunjungi:
BKD Trenggalek
HUMAS Trenggalek
Organisasi Trenggalek
Diantara para netter sepat bertanya kenapa ndak pernah update situs ini?
Jawabanya: Karena saya ndak pandai menulis yang indah dan saya juga kurang tau kondisi trenggalek yang sebenarnya (kondisi terbaru trenggalek). Pada awal pembuatan situs atau blog ini saya punya harapan ada saudara-saudara dari trenggalek yang mau mengirim artikel atau cerita atau juga pengen menampilkan iklan produk mereka di internet.
Ada juga yang pernah bertanya siapa saya ini (admin)?
Jawabanya: silahkan dilihat disini yah
Semoga situs/blog ini kedepan bisa ada manfaatnya buat kita semua, amin.
Saya memforward informasi dari blog IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek) dan dari Facebook IKAT tentang undangan halal bihalal, semoga informasi ini bermanfaat.
HALAL BIHALAL IKAT 2009
Mengharap dengan hormat atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara Sarimbit pada acara :
Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT)
Yang akan diselenggarakan besok pada :
Hari Raya Idul Fitri 1430 H / Lebaran ke-2 (Sesuai Keputusan Menteri Agama RI)
Pukul 19.00 WIB
Bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek
Pakaian Bebas Rapi
Demikian atas perhatian dan kehadirannya disampaikan terima kasih.
Informasi lebih lanjut, hubungi Sekretariat Panitia Halal Bihalal IKAT Tahun 2009
Jalan A. Yani Nomor 1 Trenggalek Telp. 0355-791155 ext 154
e-mail : ikat.trenggalek@gmail.com
Ditulis oleh magang Kamis, 20 Agustus 2009 09:31
TRENGGALEK – Seminggu sebelum habis masa jabatan, pimpinan dan anggota dewan diminta untuk mengembalikan inventaris, berupa mobil dan motor dinas. Jika anggota DPRD periode 2009-2014 dilatik pada 26 Agustus nanti, maka hari itu adalah batas akhir pengembalian invetaris tersebut.
Sekretaris DPRD Trenggalek Machfud Efendi mengatakan sudah mengirimkan surat penarikan inventaris tersebut beberapa waktu lalu. Rencananya, inventaris tersebut akan dikembalikan pada bagian aset (dinas pendapatan, keuangan dan aset daerah). “Nanti aset yang mengelola setelah barang kami kembalikan,” ujar Machfud.
Inventaris kendaraan yang didapatkan para wakil rakyat berupa mobil Nissan Terano untuk ketua dewan, dua Kijang Innova untuk dua wakil ketua dewan, serta 42 sepeda motor Honda Kharisma bagi anggota dewan.
Untuk anggota dewan baru nanti, sekretariat dewan juga sudah mengusulkan sejumlah anggaran dalam perubahan anggaran keuangan. Yaitu sebesar Rp 1 miliar untuk mobil dan Rp 630 juta untuk motor. “Untuk pimpinan dewan, misalnya ketua dewan, jenis kendaraannya disamakan dengan yang dipakai bupati,” ujar Machfud.
Untuk anggaran mobil, nanti setidaknya dibutuhkan empat unit. Satu ketua, dan tiga wakil ketua.
Sekadar diketahui, periode nanti ada tiga wakil ketua. Tidak lagi dua orang seperti periode sekarang. “Sampai sekarang belum ada yang mengembalikan,” ujar Machfud dikonfirmasi dua hari lalu.
Selama ini, anggota DPRD Trenggalek memang hanya mendapatkan inventaris berupa kendaraan dinas. Selain itu, inventaris lain tidak diterimakan. Misalnya, inventaris laptop hanya dibawa oleh pendamping masing-masing komisi.
Sementara dari pantauan Radar Tulungagung, selama ini anggota dewan lebih banyak menggunakan kendaraan pribadinya dibandingkan memakai kendaraan dinas. Ini terutama oleh para anggota dewan, sedangkan pimpinan dewan memakai fasilitas yang lebih nyaman tersebut. Kebanyakan anggota dewan memilih naik mobil pribadi yang tak kalah perlente.
Apalagi untuk anggota baru nanti, separo dari mereka berlatar belakang rekanan proyek dari kelas atas. Bisa jadi bantuan inventaris motor nyaris tak pernah dipakai ngantor, dan rawan disalahgunakan. Misalnya saja seperti yang pernah tertangkap tangan oleh anggota satpol PP, motor dinas dipakai untuk mencari rumput pakan ternak. (tin)
Sumber: radartulungagung.co.id
Sebelum ditemukan sumber yang bersifat tertulis maka daerah itu mengalami masa prasejarah. Sedangkan di Trenggalek jaman sejarah akan ditandai dengan adanya prasasti yang pertama kalinya muncul berbentuk Prasati Kampak atau dikenal dengan namanya Perdikan Kampak. Pada jaman Prasejarah, Trenggalek telah dihuni oleh manusia dengan bukti ditemu kannya benda-benda yang merupakan hasil jaman Nirloka. Dari hasil penelitian serta lokasi benda benda prasejarah tadi dapatlah direkontruksikan, perjalanan manusia-manusia pemula di daerah Trenggalek itu dalam beberapa jalur, yaitu :
- Jalur Pertama, dari Pacitan menuju Panggul perjalanan diteruskan ke Dongko, dari Dongko menuju ke Pule kemudian menuju ke Karangan dari sini dengan menyusuri sungai Ngasinan menuju ke Durenan.Kemudian manusia – manusia Purba Trenggalek itu melanjutkan perjalanan ke wajak daerah Tulungagung.
- Jalur Kedua, berangkat dari Pacitan ke Panggul menuju Dongko, melalui tanjakan ngerdani turun ke daerah Kampak laju ke Gandusari, dari sini perjalanan dilanjutkan ke Tulungagung.
- Jalur Ketiga, berangkat dari Pacitan menuju Panggul menyusuri tepi Samudra Indonesia menuju Munjungan, di teruskan ke Prigi lalu Ke Wajak.
Demikian rekontruksi perjalanan manusia – manusia pra sejarah yang berlangsung bolak balik antara Pacitan dengan Wajak. Jalur-jalur perjalanan tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya artefak jaman batu besar seperti, menir, mortar, batu saji, batu dakon, palinggih batu, lumpang batu dan sebagainya. Yang kesemuanya benda benda tadi tersebar didaerah daerah bekas jalur jalur lalu lintas mereka itu. HR VAN HEEKEREN menyatakan bahwa homowajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa Plestosin atas, sedangkan peninggalan Pacitan berkisar antara 8.000 sampai 35.000 tahun yang lalu.Akibatnya masa megaliticum atau masa neoliticum itulah yang meliputi daerah Trenggalek purba. Satu hal yang perlu dicatat disini bahwa manusia – manusia Trenggalek pada waktu itu dapat direkontruksikan lebih tua jika dibandingkan manusia wajak dan lebih muda dibanding dengan manusia – manusia Sampung Ponorogo. Continue reading Sejarah Trenggalek
Hari ini 31 Agustus 2009 Kabupaten Trenggalek Berusia 815
“SELAMAT HARI JADI TRENGGALEK KE 815″
Semoga Makin Maju
“Jaya Wijayagung Mandraguna Trenggalek Jayati”
eastjava.com Adalah situs wisata berbahasa Inggris yang berisi informasi wisata di Jawa Timur, salah satunya adalah informasi wisata di kabupaten Trenggalek.

Trenggalek is situated on the South-West of Surabaya, the Capital city of East Java Province, and bordered by Tulungagung in the East, Indonesian Ocean in the South, Pacitan and Ponorogo in the West, Ponorogo and Tulungagung Regencies in the North.
Trenggalek covers 126.140 Ha, a part of it, is mountainous and the rest is lowland. And tourism places which is very exciting as the other objects.
Trenggalek regencies is enriched with various potential natural resources such as: maining material (marble, limestons, meteorit, orcher, piropillit, feldspar, caolin, trass, sandstons, etc). Agriculture product (rice, corn soja), plantation products (coffee, colve, cacao, coconut mangosteen, zalacca and durian), forest products (such as terpentine as row material for gondorukem / gum) and tourism places which so exciting as the other objects.
There are many visitors often visit this regency to spent their holiday. The visitors are interesting with Trenggalek’s tourism objects, such as: Prigi Beach, Damas Beach, Pelang Beach, Karanggongso Beach, Lowo Cave, and also Trenggalek’s traditional art and food. Its beautiful and origin beaches are able to invite many visitors. Those visitors are also interesting in Trenggalek’s anniversary. It usually held some of traditional attraction, which very interesting.
As coastal area, Trenggalek has many fishermen who can catch many fresh fishes from the sea. They have annual ceremony that called “Larung Semboyo”. This ceremony is mean to thank to God because of His blessing to all fishermen.
Don’t be hesitated to visit Trenggalek. Enjoy its beaches, traditional food and the other interesting places in Trenggalek.
| Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim |
| Jumat, 07 Agustus 2009 |
| Telecenter Hibrid di Trenggalek tepatnya di Desa Rejowinangun, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek telah diresmikan pada Senin (3/8) lalu, diharapkan dengan dibangunnya telecenter tersebut, dapat menjadikan sebagai wahana untuk memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi.(ern)
Kepala Bidang Pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo Jatim Ir Miswan Hadi di kantornya, Jumat (7/8) mengatakan, teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang sangat cepat, internet mulai semakin banyak digunakan oleh masyarakat, karena sangat membantu masyarakat dalam melaksanakan kegiatannya.Banyak bidang yang dapat difasilitasi oleh internet mulai dari ilmu pengetahuan, pertanian, pendidikan, kesehatan, sosial, keterampilan, UKM dan lainnya. Namun dibalik itu, belum semua anggota masyarakat kita dapat memanfaatkan keandalan yang ditawarkan oleh TIK (Internet). Hal ini dapat terjadi karena masih terdapat kesenjangan infrastruktur antara satu wilayah dengan wilayah yang lain, termasuk antara kota dan desa.Telecenter yang dihadirkan sebagai pusat informasi bagi masyarakat dengan alat bantu TIK atau internet, mengemban tugas mulia yaitu melakukan fasilitasi dan pemberdayaan pada masyarakat dalam banyak bidang. Kiprah Telecenter menunjukkan kenyataan, masyarakat yang tinggal di desa dan dikategorikan tertinggal itu, sebenarnya bukan karena mereka bodoh, tetapi lebih karena mereka belum memperoleh kesempatan dan ketersediaan infrastruktur pendukungnya, sehingga tidak mudah untuk mengakses informasi. Disinilah peran telecenter menjadi penting karena menyediakan kesempatan dan infrastruktur akses informasi secara mudah, cepat dan berskala global. Dengan kemudahan akses informasi, masyarakat akan terdorong untuk mengakses informasi, dengan demikian pengetahuan mereka akan bertambah, wawasan menjadi luas, kreativitas berkembang, selanjutnya menumbuhkan aktivitas produktif, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan. Dengan dibangunnya empat telecenter baru di Trenggalek, Banyuwangi, Sumenep dan Kota Kediri pada tahun 2009, berarti telecenter di Jawa Timur yang dibangun melalui kerjasama antara Pemprov Jatim dan pemkab/kota berjumlah 18 buah. Target Pemprov Jawa Timur dalam pembangunan telecenter adalah terbangunnya telecenter di 38 kab/kota sebagai prototipe. Ditambahkannya, pada kesempatan tersebut juga diadakan pelatihan manajerial bagi pengelola telecenter. Pada pelatihan ini tidak hanya membahas tentang konsep dan teori manajemen, tetapi lebih pada pengetahuan terapan yang didasari pengalaman praktis (empirical experiences). Dengan pengetahuan praktis ini, diberikan keleluasaan berkreasi dan berinovasi dalam mengelola telecenter disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing. Karena situasi dan kondisi masyarakat terus berubah dan kebutuhanpun berkembang, oleh karena itu dituntut untuk pandai dan jeli menangkap perubahan tersebut untuk kemudian meresponnya dengan bahasa telecenter. Kata Miswan, saat ini telecenter Jatim telah mempunyai perkumpulan yakni Asosiasi Telecenter Jawa Timur, dengan adanya asosiasi ini dapat melakukan pembinaan telecenter yang tersebar di Jatim.Untuk diketahui, pada tahun 2005 yang telah bergabung dalam asosiasi tersebut yakni telecenter dari Madiun dan Lamongan. Tahun 2006, Tuban, Lamongan, Pamekasan dan Situbondo. Tahun 2007, Pacitan, Tulungagung, Kota Malang dan Bondowoso dan pada 2008, Pasuruan, Probolinggo, Blitar dan Bojonegoro, sedangkan pada 2009 Trengalek, Kediri, Banyuwangi dan Sumenep. (ern/j |
Sumber: http://jatimprov.go.id
TULUNGAGUNG – Sebanyak 45 anggota DPRD Trenggalek periode 2009-2014 kemarin resmi–dilantik. Pelantikan di Pendapa Trenggalek dimulai pukul 09.00 hingga selesai itu diwarnai aksi demo. Lima pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Trenggalek Menggugat berorasi di tempat pelantikan. Menggunakan topeng badut, mereka menyalurkan aspirasi kepada dewan baru. Pendemo membawa seekor bebek yang diberikan kepada anggota dewan baru. Bebek diterima anggota dewan dari PDIP Agus Wahyudi. Koordinator Aliansi Trenggalek Menggugat (ATM) Puryono mengatakan, bebek sebagai simbol sial. Dengan tujuan membuang sial, dirinya mengkado bebek. Harapannya, Trenggalek terhindar dari ketidakberuntungan selama lima tahun ke depan.
Lanjut Puryono, sebagian besar anggota dewan baru berlatar belakang kontraktor. Dirinya khawatir APBD akan dibeteti untuk dijadikan pemasukan “samping” bagi para wakil rakyat. “Sekitar 60 persen mereka berlatar belakang kontraktor,” terang pria 30 tahun ini.
Sedang pengambilan sumpah jabatan dipimpin ketua Pengadilan Negeri Trenggalek. Dilanjutkan dengan penetapan pimpinan sementara DPRD Trenggalek. Anggota DPRD dari PDIP Akbar Abas dinyatakan sebagai ketua dewan sementara. Itu karena partai banteng moncong putih mendapat kursi terbanyak yaitu delapan. Sedang Akbar Abas merupakan ketua DPC PDIP setempat.
Sedang wakil ketua sementara diserahkan ke Kholiq, anggota DPRD dari PKB. Partai berlogo bola dunia dikelilingi sembilan bintang itu menduduki peringkat kedua dalam perolehan kursi dewan, yaitu tujuh. Kholiq sendiri merupakan ketua DPC PKB. Menariknya, baik Akbar Abas maupun Kholiq berasal dari satu kecamatan, yaitu Gandusari. Rumah keduanya juga tidak terlalu jauh. Hanya berjarak sekitar sekilo. Ditemui usai pelantikan, Akbar Abas mengatakan segera berkomunikasi dengan anggota dewan lainya. Tujuannya, pembentukan fraksi. “Kita terus jalin komunikasi dengan fraksi lain,” kata ayah dua anak itu. (c1)
sumber: http://radartulungagung.co.id
|
|
Komentar Terakhir