Dewan Kok Belum Kembalikan Inventaris
Ditulis oleh magang Kamis, 20 Agustus 2009 09:31
TRENGGALEK – Seminggu sebelum habis masa jabatan, pimpinan dan anggota dewan diminta untuk mengembalikan inventaris, berupa mobil dan motor dinas. Jika anggota DPRD periode 2009-2014 dilatik pada 26 Agustus nanti, maka hari itu adalah batas akhir pengembalian invetaris tersebut.
Sekretaris DPRD Trenggalek Machfud Efendi mengatakan sudah mengirimkan surat penarikan inventaris tersebut beberapa waktu lalu. Rencananya, inventaris tersebut akan dikembalikan pada bagian aset (dinas pendapatan, keuangan dan aset daerah). “Nanti aset yang mengelola setelah barang kami kembalikan,” ujar Machfud.
Inventaris kendaraan yang didapatkan para wakil rakyat berupa mobil Nissan Terano untuk ketua dewan, dua Kijang Innova untuk dua wakil ketua dewan, serta 42 sepeda motor Honda Kharisma bagi anggota dewan.
Untuk anggota dewan baru nanti, sekretariat dewan juga sudah mengusulkan sejumlah anggaran dalam perubahan anggaran keuangan. Yaitu sebesar Rp 1 miliar untuk mobil dan Rp 630 juta untuk motor. “Untuk pimpinan dewan, misalnya ketua dewan, jenis kendaraannya disamakan dengan yang dipakai bupati,” ujar Machfud.
Untuk anggaran mobil, nanti setidaknya dibutuhkan empat unit. Satu ketua, dan tiga wakil ketua.
Sekadar diketahui, periode nanti ada tiga wakil ketua. Tidak lagi dua orang seperti periode sekarang. “Sampai sekarang belum ada yang mengembalikan,” ujar Machfud dikonfirmasi dua hari lalu.
Selama ini, anggota DPRD Trenggalek memang hanya mendapatkan inventaris berupa kendaraan dinas. Selain itu, inventaris lain tidak diterimakan. Misalnya, inventaris laptop hanya dibawa oleh pendamping masing-masing komisi.
Sementara dari pantauan Radar Tulungagung, selama ini anggota dewan lebih banyak menggunakan kendaraan pribadinya dibandingkan memakai kendaraan dinas. Ini terutama oleh para anggota dewan, sedangkan pimpinan dewan memakai fasilitas yang lebih nyaman tersebut. Kebanyakan anggota dewan memilih naik mobil pribadi yang tak kalah perlente.
Apalagi untuk anggota baru nanti, separo dari mereka berlatar belakang rekanan proyek dari kelas atas. Bisa jadi bantuan inventaris motor nyaris tak pernah dipakai ngantor, dan rawan disalahgunakan. Misalnya saja seperti yang pernah tertangkap tangan oleh anggota satpol PP, motor dinas dipakai untuk mencari rumput pakan ternak. (tin)
Sumber: radartulungagung.co.id






Komentar Terakhir