Kalender

September 2009
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Admin On Line

Dewan Kok Belum Kembalikan Inventaris

TRENGGALEK – Seminggu sebelum habis masa jabatan, pim­pinan dan anggota dewan di­minta untuk mengembalikan in­ventaris, berupa mobil dan motor dinas. Jika anggota DPRD periode 2009-2014 dilatik pada 26 Agustus nanti, maka hari itu adalah batas akhir pengembalian invetaris tersebut.
Sekretaris DPRD Trenggalek Machfud Efendi mengatakan sudah mengirimkan surat pena­rikan inventaris tersebut bebe­rapa waktu lalu. Rencananya, inventaris tersebut akan dikem­balikan pada bagian aset (dinas pendapatan, keuangan dan aset daerah). “Nanti aset yang me­nge­lola setelah barang kami kem­balikan,” ujar Machfud.
Inventaris kendaraan yang didapatkan para wakil rakyat berupa mobil Nissan Terano untuk ketua dewan, dua Kijang Innova untuk dua wakil ketua dewan, serta 42 sepeda motor Honda Kharisma bagi anggota dewan.
Untuk anggota dewan baru nanti, sekretariat dewan juga sudah mengusulkan sejumlah ang­garan dalam perubahan ang­garan keuangan. Yaitu sebesar Rp 1 miliar untuk mobil dan Rp 630 juta untuk motor. “Untuk pimpinan dewan, misalnya ketua dewan, jenis kendaraannya disamakan dengan yang dipakai bupati,” ujar Machfud.
Untuk anggaran mobil, nanti setidaknya dibutuhkan empat unit. Satu ketua, dan tiga wakil ketua.
Sekadar diketahui, periode nanti ada tiga wakil ketua. Tidak lagi dua orang seperti periode sekarang. “Sampai sekarang belum ada yang mengem­bali­kan,” ujar Machfud dikonfirmasi dua hari lalu.
Selama ini, anggota DPRD Trenggalek memang hanya men­dapatkan inventaris berupa ken­daraan dinas. Selain itu, inven­taris lain tidak diterimakan. Mi­salnya, inventaris laptop hanya dibawa oleh pendamping ma­sing-masing komisi.
Sementara dari pantauan Radar Tulungagung, selama ini anggota dewan lebih banyak menggu­na­kan kendaraan pribadinya diban­dingkan memakai kendaraan di­nas. Ini terutama oleh para ang­go­ta dewan, sedangkan pimpinan de­wan memakai fasilitas yang lebih nyaman tersebut. Keba­nya­kan anggota dewan memilih naik mo­bil pribadi yang tak kalah perlente.
Apalagi untuk anggota baru nanti, separo dari mereka berlatar belakang rekanan proyek dari kelas atas. Bisa jadi bantuan inventaris motor nyaris tak per­nah dipakai ngantor, dan rawan disalahgunakan. Misalnya saja seperti yang pernah tertangkap tangan oleh anggota satpol PP, motor dinas dipakai untuk mencari rumput pakan ternak. (tin)

Sumber: radartulungagung.co.id

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>