<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ditrenggalek.com &#187; Catatan admin</title>
	<atom:link href="http://ditrenggalek.com/category/catatan-admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ditrenggalek.com</link>
	<description>media informasi komunikasi dan pendidikan warga trenggalek</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 May 2010 15:33:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Persiapan 2 Juni 2010</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2010/05/persiapan-2-juni-2010/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2010/05/persiapan-2-juni-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 15:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 2 Juni 2010 adalah tanggal dilaksanakanya pemilukada atau pilkada (terserah anda mengistilahkanya), tapi bagi saya tanggal itu adalah saat dilaksanakanya pemilihan orang yang akan menjadi pemimpin no. 1 di trenggalek tercinta untuk periode 2010-2015. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya di situs resmi kpu trenggalek muncul juga visi dan misi  para cabup dan cawabup trenggalek. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 2 Juni 2010 adalah tanggal dilaksanakanya pemilukada atau pilkada (terserah anda mengistilahkanya), tapi bagi saya tanggal itu adalah saat dilaksanakanya pemilihan orang yang akan menjadi pemimpin no. 1 di trenggalek tercinta untuk periode 2010-2015. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya di situs resmi kpu trenggalek muncul juga visi dan misi  para cabup dan cawabup trenggalek. Berikut visi dan misi para calon yang saya ambil dari situs kpu trenggalek, semoga bermanfaat bagi kita sebagai pertimbangan dalam memilih pemimpin kita untuk 5 tahun mendatang.</p>
<p>Urut Satu (1), Soeharto-Samsuri (HARSAM)</p>
<p>TRENGGALEK – Secara umum, visi yang diusung pasangan nomor urut satu (1)  ini adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Trenggalek  melalui ‘PELAYANAN PRIMA’ di semua bidang sendi kehidupan menuju  masyarakat yang semakin mandiri, maju, dan mapan berdasarkan iman dan  taqwa.   Untuk mewujudkan visi tersebut, misi yang kemudian dicanangkan pasangan  yang mengusung slogan Trenggalek Maju Mapan (T-5758) ini dalam 100 hari  pertama pemerintahan dibagi dalam dua agenda utama. Pertama  menyelesaikan/melanjutkan program APBD 2010 yang telah dicanangkan  bupati lama, kedua menyusun RAPBD 2011, RPJP dan RPJMD serta laporan  LPJKJ dan LPJ. Secara lebih terperinci, HarSam melalui visi-misi yang disampaikannya  menawarkan empat fokus program pembangunan yang akan menjadi prioritas  pemerintahannya selama lima tahun ke depan (2010-2015). Yakni program  pembangunan bidang kesehatan, pendidikan, perekonomian, aparatur  pemerintah, serta keimanan dan ketaqwaan.  Pada bidang kesehatan, HarSam berjanji untuk meningkatkan sarpras  pelayanan kesehatan, meningkatkan pola hidup sehat dan bermartabat  melalui program STBM. Selain itu, HarSam juga berjanji untuk  meningkatkan pelayanan kesehatan prima untuk keluarga miskin (gakin)  melalui program Jamkesmas.  Untuk bidang pendidikan, HarSam menitikberatkan program kerjanya pada  percepatan sertifikasi guru serta peningkatan profesionalisme guru,  mensukseskan program wajib belajar 12 tahun, melek huruf/bebas buta  aksara, memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga miskin,  memfasilitasi sekaligus memberi bantuan pembinaan pendidikan formal dan  nonformal (pondok pesantren), serta meletarikan seni-budaya.  Selain dua bidang itu, pemilik nomor urut satu (1) ini juga memberikan  perhatian ekstrakhusus pada program-program kebijakan ekonomi  (perekonomian). Misalnya di sektor pertanian, pasangan yang diusung  sembilan parpol ini berjanji meningkatkan surplus produksi beras,  membina kelompok tani,  menjadikan Trenggalek sebagai pusat produksi dan  pelatihan ‘mocaf’, serta membentuk kawasan agrobisnis di Trenggalek.   Di sektor perkebunan dan kehutanan, penekanan kebijakan pembangunan  dicurahkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana (sarpras) perkebunan  dan kehutanan, peningkatan kapasitas bibit dan hasil produksi,  mengembangkan kakao rakyat dan mempertahankan cengkeh rakyat,  pengembangan hutan rakyat dan hutan masyarakat, serta memfasilitasi  LMDH.   <span id="more-215"></span>Bidang peternakan, Soeharto berjanji untuk membantu bibit ternak unggul  serta bibit pakan ternak unggul untuk masyarakat, membangun sarpras  pengoalahan susu dan kotoran ternak sapi menjadi biogas.  Hal yang sama juga akan mereka lakukan di sektor perikanan dengan  memberikan bantuan peralatan bagi nelayan tradisional serta membangun  sarpar bagi pembangunan ekonomi masyarakat pesisir.   Bidang perekonomian rakyat dan unit usaha kecil, Soeharto berjanji untuk  meningkatkan ADD, optimalisasi BUMDES, subsidi bunga untuk UMKM, dan  meningkatkan kualitas SDM.   Bidang aparatur, Soeharto-Samsuri menekankan pentingnya pengembangan SDM  aparatur guna meningkatkan layanan umum.  Terakhir bidang keimanan dan ketaqwaan juga menjadi landasan misi  Soeharto Samsuri. Wawasan multikultural serta pembentukan jaringan  komunikasi antarumat beragama, meningkatkan bimbingan keagamaan bagi  masyarakat dan aparatur serta mempererat solidaritas maupun ikatan  sosial masyarakat.</p>
<p>Sumber : <a href="http://kpu-trenggalek.go.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=146:inilah-visi-misi-pasangan-nomor-urut-satu-1-soeharto-samsuri-harsam&amp;catid=36:berita-terbaru&amp;Itemid=50" target="_blank">kpu trenggalek</a></p>
<p>Urut Dua (2), Mahsun Ismail-Joko Irianto (MAHIR)</p>
<p>Visi yang selalu disuarakan oleh pasangan nomor urut dua (2) ini  adalah  “MELAYANI LEBIH BAIK”. Maksudnya, melayani lebih baik merupakan  substansi dari tugas pemerintah untuk bisa memberikan pelayanan yang  lebih baik kepada masyarakatnya. Karena sesungguhnyalah yang dibutuhkan  masyarakat bukan sekedar bantuan dari pemerintah, tetapi juga pelayanan  yang lebih baik. Dalam banyak kasus, kata Cabup Mahsun Ismail dalam  beberapa kali kesempatan, masyarakat sebenarnya sudah memiliki potensi,  hanya saja potensi itu belum tersalurkan secara optimal karena kurangnya  pelayanan dari pemerintah untuk memberdayakannya.     Bagi MAHIR, MELAYANI LEBIH BAIK merupakan wujud dari cita-cita sebuah  generasi untuk lebih baik dibandingkan dengan angkatan sebelumnya. Hari  ini harus lebih baik disbanding hari kemarin, apalagi dibidang pelayanan  yang merupakan substansi dari tugas pemerintah pada  masyarakatnya.MELAYANI LEBIH BAIK adalah roh, sekaligus semangat  birokrasi di erak sekarang ini.  Misi MAHIR, meningkatkan pelayanan pemenuhan kebutuhan masyarakat,  utamanya bidang pendidikan dan kesehatan dengan meningkatkan  profesionalisme personil dan mempermudah akses menuju lokasi pusat-pusat  pendidikan dan kesehatan. Selain itu, MAHIR juga menekankan pentingnya  peningkatan pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui optimalsiasi sektor  pertanian dalam artis luas. Misalnya dengan memberdayakan peran dan  fungsi petani agar bisa lebih mandiri dalam setiap upaya meningkatkan  kesejahteraannya.  Yang tak kalah penting menjadi program kerja yang ditawarkan MAHIR  adalah masalah peningkatan peran serta generasi muda dan perempuan agar  lebih banyak berperan dalam kegiatan pembangunan di segala bidang.  Memperkuat pembangunan pedesaan sebagai tulang punggung daerah merupakan  misi ketiga yang ingin mereka capai dengan cara mengoptimalkan  pemberdayaan masyarakat serta infrastruktur pedesaan.  Untuk mencapai semua itu, peningkatan kualitas dan kapasitas layanan  oleh aparatur pemerintahan tentu menjadi kebutuhan mutlak. Oleh karena  itulah MAHIR dalam penyampaian visi-misinya tidak ketinggalan menekankan  masalah tersebut. Mahsun dan Joko Irianto berjanji pemberdayaan peran  serta seluruh jajaran aparaturnya selama lima tahun masa pemerintahannya  ke depan dengan menegaskan fungsi perencanaan maupun fungsi .  Terakhir yang menjadi penekanan MAHIR adalah pemanfaatan secara optimal  tetapi tetap seimbang setiap potensi sumber daya alam dan pariwisata  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas di Kabupaten  Trenggalek.</p>
<p>Sumber:<a href="http://kpu-trenggalek.go.id/index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=147:inilah-visi-misi-pasangan-nomor-urut-dua-2-mahsun-ismail-joko-irianto-mahir&#038;catid=36:berita-terbaru&#038;Itemid=50" target="_blank">kpu trenggalek</a></p>
<p>Urut Tiga (3) DR.Ir Mulyadi WR, MMT dan Kholiq, SH, MSi (MK)<br />
TRENGGALEK – Visi yang diusung mantan bupati Trenggalek periode 2000-2005 yang kini mencalonkan kembali dengan menggandeng ketua DPC PKB Trenggalek, Kholiq, ini adalah “Perubahan menuju terwujudnya masyarakat Trenggalek yang jauh lebih sejahtera dan tetap berahlak” Visi perubahan yang diusung pasangan nomor urut tiga (3) ini kemudian diterjemahkan melalui misi pemerintahannya ke depan yang mengadopsi kebijakan pembangunan yang lebih berpihak pada rakyat (PEMBANGUNAN PRORAKYAT). Baik visi maupun misi yang acapkali disosialisasikan Mulyadi maupun kholik ini memang terkesan singkat dan padat. Namun keduanya berdalih, visi-misi tersebut sangat berisi karena memang dua poin itu yang sangat diinginkan amsyarakat Trenggalek. “Kami tidak akan banyak mengumbar janji, tapi bukti,” kata Mulyadi dalam banyak kesempatan kampanyenya. Untuk mencapai semua itu, ada sembilan (9) misi utama yang ingin dikerjakan pasangan MK selama lima tahun masa pemerintahannya ke depan. Sembilan misi utama itu adalah: [1] mewujudkan percepatan reformasi birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik agar bisa menuju sebuah sistem pelayanan prima. [2] meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan terutama melalui pengembangan indsutri kecil serta pembangunan dan penyediaan infrastruktur pertanian dan pedesaan. [3] meningkatkan aksebilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan terutama bagi masyarakat miskin. [4] memperluas lapangan kerja, yaitu dengan meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi rakyat, terutama kelas menengah ke bawah. [5] penguatan pemerintah desa melalui perimbangan keuangan serta stimulasi percepatan pembangunan infrastruktur di desa-desa. [6] meningkatkan kualitas kehidupan dan peran perempuanserta terjaminnya kesejahteraan gender. [7] meningkatkan kualitas kesalehan social demi terjaganya harmoni sosial. [8] mengoptimalkan sumber daya daerah. [9] memelihara kualitas dan fungsi lingkungan hidup serta meningkatkan perbaikan pengelolaan sumberdaya alam dan penataan ruang. Terakhir dalam visi-misinya Mulyadi menegaskan, implementasi 9 misi utama pembangunan Kabupaten Trenggalek 2010-2015 itu akan dijalankan melalui lima (5) strategi pokok pembangunan, yaitu: PELAYANAN PRIMA, PERLUASAN LAPANGAN KERJA, MENINGKATKAN KUALITAS KEHIDUPAN DAN PERAN SERTA TERJAMINNYA KESETARAAN GENDER, MENINGKATKAN KUALITAS KESALEHAN SOSIAL DEMI TERJAGANYA HARMONI SOSIAL, MENGOPTIMALKAN SUMBER DAYA DAERAH, SERTA MEMELIHARA FUNGSI DAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP SEKALIGUS MENINGKATKAN PERBAIKAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN PENATAAN RUANG.</p>
<p>Sumber: <a href="http://kpu-trenggalek.go.id/index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=148:inilah-visi-misi-pasangan-nomor-urut-tiga-3-drir-mulyadi-wr-mmt-dan-kholiq-sh-msi-mk&#038;catid=36:berita-terbaru&#038;Itemid=50" target="_blank">kpu trenggalek</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2010/05/persiapan-2-juni-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Trenggalek Kembali On Line</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/12/situs-resmi-pemerintah-kabupaten-trenggalek-kembali-on-line/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/12/situs-resmi-pemerintah-kabupaten-trenggalek-kembali-on-line/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 10:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[ Trenggalekkab.go.id,
Setelah beberapa tahun down, hari ini situs resmi pemerintah kabupaten trenggalek On-Line. Semoga dengan kembali On Line nya situs ini dapat membawa manfaat kepada seluruh masyarakat trenggalek.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://trenggalekkab.go.id"> Trenggalekkab.go.id</a>,</p>
<div id="attachment_207" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-207" title="trenggalek" src="http://ditrenggalek.com/wp-content/uploads/2009/12/trenggalek-300x187.jpg" alt="screenshoot web pemkab" width="300" height="187" /><p class="wp-caption-text">screenshoot web pemkab</p></div>
<p>Setelah beberapa tahun down, hari ini situs resmi pemerintah kabupaten trenggalek On-Line. Semoga dengan kembali On Line nya situs ini dapat membawa manfaat kepada seluruh masyarakat trenggalek.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/12/situs-resmi-pemerintah-kabupaten-trenggalek-kembali-on-line/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa saya ndak pernah update ???</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/10/kenapa-saya-ndak-pernah-update/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/10/kenapa-saya-ndak-pernah-update/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 07:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Diantara para netter sepat bertanya kenapa ndak pernah update situs ini?
Jawabanya: Karena saya ndak pandai menulis yang indah dan saya juga kurang tau kondisi trenggalek yang sebenarnya (kondisi terbaru trenggalek). Pada awal pembuatan situs atau blog ini saya punya harapan ada saudara-saudara dari trenggalek yang mau mengirim artikel atau cerita atau juga pengen menampilkan iklan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara para netter sepat bertanya kenapa ndak pernah update situs ini?<br />
Jawabanya: Karena saya ndak pandai menulis yang indah dan saya juga kurang tau kondisi trenggalek yang sebenarnya (kondisi terbaru trenggalek). Pada awal pembuatan situs atau blog ini saya punya harapan ada saudara-saudara dari trenggalek yang mau mengirim artikel atau cerita atau juga pengen menampilkan iklan produk mereka di internet.</p>
<p>Ada juga yang pernah bertanya siapa saya ini (admin)?<br />
Jawabanya: <a href="http://ditrenggalek.com/admin/"> silahkan dilihat disini yah <img src='http://ditrenggalek.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </a></p>
<p>Semoga situs/blog ini kedepan bisa ada manfaatnya buat kita semua, amin. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/10/kenapa-saya-ndak-pernah-update/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halal Bihalal IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek)</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/09/halal-bihalal-ikat-ikatan-keluarga-asal-trenggalek/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/09/halal-bihalal-ikat-ikatan-keluarga-asal-trenggalek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 02:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Saya memforward informasi dari blog IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek) dan dari  Facebook IKAT tentang undangan halal bihalal, semoga informasi ini bermanfaat.
HALAL BIHALAL IKAT 2009
Mengharap dengan hormat atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara Sarimbit pada acara :
Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) 
Yang akan diselenggarakan besok pada :
Hari Raya Idul Fitri 1430 H / Lebaran ke-2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memforward informasi dari blog <a href="http://ikat-trenggalek.blogspot.com/" target="_blank">IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek)</a> dan dari <a href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=131363313586&amp;topic=10453#/pages/IKAT-Ikatan-Keluarga-Asal-Trenggalek/131363313586" target=-blank> Facebook IKAT</a> tentang undangan halal bihalal, semoga informasi ini bermanfaat.</p>
<div style="color: #b6d7a8; text-align: center;"><span style="font-size: x-large;"><strong>HALAL BIHALAL IKAT 2009</strong></span></div>
<div style="text-align: center;">Mengharap dengan hormat atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara Sarimbit pada acara :</div>
<div style="color: lime; text-align: center;"><span style="font-size: large;"><strong>Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) </strong></span></div>
<div style="text-align: center;">Yang akan diselenggarakan besok pada :</div>
<div style="color: #9fc5e8; text-align: center;"><span style="font-size: small;"><strong>Hari Raya Idul Fitri 1430 H / Lebaran ke-2 (<em>Sesuai Keputusan Menteri Agama RI</em>) </strong></span></div>
<div style="color: #9fc5e8; text-align: center;"><span style="font-size: small;"><strong>Pukul 19.00 WIB </strong></span></div>
<div style="text-align: center;">Bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek</div>
<div style="text-align: center;">Pakaian Bebas Rapi</div>
<p style="text-align: center;">Demikian atas perhatian dan kehadirannya disampaikan terima kasih.</p>
<p>Informasi lebih lanjut, hubungi <strong>Sekretariat Panitia Halal Bihalal IKAT Tahun 2009</strong><br />
Jalan A. Yani Nomor 1 Trenggalek Telp. 0355-791155 ext 154<br />
e-mail : ikat.trenggalek@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/09/halal-bihalal-ikat-ikatan-keluarga-asal-trenggalek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Trenggalek</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/08/sejarah-trenggalek/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/08/sejarah-trenggalek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum ditemukan sumber yang bersifat  									tertulis maka daerah itu mengalami masa prasejarah. Sedangkan di Trenggalek jaman  									sejarah akan ditandai dengan adanya prasasti  									yang pertama  								 								 								kalinya muncul berbentuk  									Prasati Kampak atau dikenal dengan namanya Perdikan Kampak. Pada jaman Prasejarah, Trenggalek telah  									dihuni oleh manusia dengan bukti  									ditemu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Sebelum ditemukan sumber yang bersifat  									tertulis maka daerah itu mengalami masa prasejarah. Sedangkan di Trenggalek jaman  									sejarah akan ditandai dengan adanya prasasti  									yang pertama  								 								 								kalinya muncul berbentuk  									Prasati Kampak atau dikenal dengan namanya Perdikan Kampak. Pada jaman Prasejarah, Trenggalek telah  									dihuni oleh manusia dengan bukti  									ditemu kannya  								 								 								 benda-benda yang merupakan  									hasil jaman Nirloka. Dari hasil penelitian  									serta lokasi benda benda prasejarah tadi  									dapatlah direkontruksikan, perjalanan manusia-manusia pemula di daerah Trenggalek  									itu dalam beberapa jalur, yaitu :</p>
<ol>
<li>Jalur Pertama, dari Pacitan menuju Panggul  									perjalanan diteruskan ke Dongko, dari Dongko  								   								 								 								menuju  								 								   								 								 								ke Pule kemudian menuju ke Karangan  									dari sini dengan menyusuri sungai Ngasinan  								   								 								 								menuju ke Durenan.Kemudian manusia &#8211; manusia  									Purba Trenggalek itu melanjutkan perjalanan  								 								  								 								 								ke wajak daerah Tulungagung.</li>
<li>Jalur Kedua, berangkat dari Pacitan ke  									Panggul menuju Dongko, melalui tanjakan ngerdani turun  								 								   								 								 								ke daerah Kampak laju ke  									Gandusari, dari sini perjalanan dilanjutkan ke Tulungagung.</li>
<li>Jalur Ketiga, berangkat dari Pacitan menuju  									Panggul menyusuri tepi Samudra Indonesia menuju   								 								   								 								 								Munjungan, di teruskan ke Prigi lalu  									Ke Wajak.</li>
</ol>
<p align="left">Demikian rekontruksi perjalanan manusia &#8211;  								manusia pra sejarah yang  								 								berlangsung bolak balik antara  								Pacitan dengan Wajak. Jalur-jalur perjalanan  								tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya  								artefak jaman batu besar seperti, menir, mortar,  								batu saji, batu dakon, palinggih  								batu, lumpang batu dan sebagainya. Yang  								kesemuanya benda benda tadi tersebar  								didaerah daerah bekas jalur jalur lalu lintas  								mereka itu.<strong><em> HR VAN HEEKEREN</em></strong><strong> </strong>menyatakan bahwa homowajakensis (manusia  									purba wajak) hidup pada  								 								 								masa Plestosin atas,  									sedangkan peninggalan Pacitan berkisar  									antara 8.000 sampai 35.000 tahun  								 								 								 yang  									lalu.Akibatnya masa megaliticum atau masa neoliticum itulah yang meliputi daerah  									Trenggalek purba. Satu hal yang perlu dicatat disini bahwa  									manusia &#8211; manusia Trenggalek pada waktu itu dapat direkontruksikan lebih tua jika  									dibandingkan manusia wajak dan lebih muda  									dibanding dengan manusia &#8211; manusia Sampung  									Ponorogo.<span id="more-177"></span></p>
<p>Mengingat masa itu masyarakat sudah mengenal  									pertanian, maka dari segi sosial, masyarakat  									tadi sudah mengenal struktur atau  									stratifikasi sosial walaupun dalam bentuk sangat sederhana. Sedangkan masalah  									perekonomian dan kebudayaan telah pula  									mereka kenal dan mereka anut serta  									dikerjakan oleh masyarakat pendukungnya. Berakhirnya masa prasejarah berarti mulainya  									masa sejarah dimana tulisan mulai dikenal pada saat itu. 								 								Untuk itu Perdikan Kampak merupakan tonggak  									sejarah Kabupaten Trenggalek yang tak dapat  									diabaikan. Lahirnya perdikan kampak ditandai  									dengan adanya prasasti kampak yang dibuat  									oleh<strong><em> Raja Sindok pada tahun 851 syaka atau  									929 Masehi. </em></strong> Dari prasati itu dapat diketahui bahwa  									Trenggalek pada masa itu sudah memiliki  									daerah daerah yang mendapatkan hak otonomi  									atau swantara lebih jelas lagi diketengahkan  									bahwa Perdikan Kampak berbatasan dengan  									mahasamudera (Samudera Indonesia ) disebelah  									selatan yang pada waktu itu wilayahnya  									meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi.  									Selanjutnya disinggung pula daerah Dawuhan  									yang sekarang daerah ini juga masih dapat  									dijumpai di Trenggalek. Setelah masa Mpu  									Sindok dengan melalui masa Raja Dharmawangsa  									lahirlah di Jawa Timur kerajaan Kahuripan  									yang diperintah oleh Raja Airlangga. Hanya  									sayangnya pada masa ini tidak banyak  									diketahui kesejarahannya, dikarenakan tidak  									ditemuinya data atau mungkin belum  									ditemukannya data tentang masa tersebut.</p>
<p>Namun tidak bisa disangkal bahwa wilayah  									Trenggalek termasuk dalam kawasan Kahuripan  									yang kemudian berkesinambungan menjadi  									wilayah kerajaan Kediri. Dari jaman Kediri  									hanya ada beberapa hal yang dapat dicatat,  									utamanya pada masa ini munculnya prasasti  									Kamulan yang terletak di Desa Kamulan  									Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.</p>
<p align="left">Bertolak  																		dari  																		prasasti  																		Kamulan  																		dapatlah  																		diajukan  																		suatu  																		masa  																		lahirnya  																		Perdikan  																		Kamulan.  																		Di dalam prasasti 																 																 																  																Kamulan  																		dicantumkan  																		tahun  																		pembuatannya yaitu  																		tahun  																		1116  																		caka  																		atau  																		tahun  																		1194  																		masehi. Prasasti  																		tadi  																		dikeluarkan  																		oleh Raja  																		Sarweswara  																		Trikramawataranindita  																		Srngga</p>
<p align="left">Lancana 																 																 																  																Dikwijayotunggadewa  																		atau biasa  																		dikenal  																		dengan  																		nama  																		Kertajaya. Raja  																		inilah  																		yang  																		berhasil  																		mengusir  																		musuh  																		musuhnya  																		dari  																		daerah  																		Katang &#8211;  																		katang berkat  																		bantuan rakyat  																		Kamulan.</p>
<p>Berdasarkan  																		atas  																		prasasti  																		inilah  																		ditetapkan  																		&#8220;Hari  																		jadi  																		Kabupaten Trenggalek  																		pada hari&#8221;  																		Rabu  																		Kliwon &#8220;<em><strong>tanggal  																		31 bulan  																		Agustus  																		tahun 1194. </strong> </em> Hari dan  																		tanggal  																		tersebut  																		dijadikan  																		hari  																		jadi  																		atau  																		hari  																		lahirnya Kabupaten  																		Trenggalek  																		berdasarkan data  																		sejarah  																		yang  																		ditemui di  																		Trenggalek,  																		antara  																		lain :</p>
<ul>
<li><strong>Pertama  																:</strong> Prasejarah  																		daerah  																		Trenggalek  																		menunjukkan  																		bahwa  																		daerah  																		itu telah 																 																   																 																 																 																dihuni  																		manusia,  																		tetapi jaman  																		ini  																		bersifat masih  																		nisbi  																		sekali.</li>
<li><strong>Kedua  																:</strong> Prasasti  																		Kampak  																		tidak  																		jelas  																		hari dan  																		tanggalnya  																		kapan  																		Prasati itu  																		dilaksanakan  																		isinya.</li>
<li><strong>Ketiga</strong><strong> :</strong> Hanya  																			Prasasti  																			Kamulan  																			yang  																			memiliki  																			informasi  																			cukup  																			lengkapsehingga   																 mampulah 																 																 																 																prasastiKamulan 																dijadikan  																			tonggak  																			sejarah  																			lahirnya Kabupaten  																 Trenggalek  																			secara  																			analitis,  																			historis,  																			yuridis  																			formalyang  																			dapat dipertanggung 																 																  																			 jawabkan.</li>
</ul>
<p><strong> <em> Masa 																 																 																Perdikan</em></strong></p>
<p>Dalam  																		masa  																		perdikan  																		ini  																		dapat  																		dikelompokkan  																		dua  																		liputan  																		yakni 																 																 																:</p>
<p><strong><em> a. 																		Masa Perdikan  																		Hindu.</em></strong></p>
<p><strong><em> b. 																		Masa  																		Perdikan  																		Islam.</em></strong></p>
<p>Pada  																		masa  																		perdikan  																		Hindu  																		ditemui  																		puing &#8211;  																		puing  																		percandian  																		di  																		daerah Trenggalek  																		serta  																		beberapa  																		benda &#8211;  																		benda  																		purbakala  																		Hindu.  																		Antara  																		lain beberapa  																		monogram  																		seperti  																		monogram  																		1330  																		caka atau  																		1408  																		Masehi  																		yang  																		terpahatkan  																		dalam  																		punggung  																		arca  																		wanita yang  																		ditemukan  																		di  																		Dompyong. Arca  																		Bhima  																		yang  																		ditemukan  																		di Dukuh  																		Ngreco  																		desa  																		Parakan  																		dan kini  																		dimuka Pendopo  																		Kabupaten  																		serta  																		Arcadwarapala  																		yang  																		ditemukan  																		dikaki Gunung  																		Kambe 																 																 																 																Desa  																		Watulimo.  																		Penemuan  																		tadi  																		merupakan  																		koleksi benda  																		purba  																		yang  																		diidentifikasi 																 																 																 																pada  																		jaman  																		Majapahit  																		akhir  																		pembuatannya. Jadi  																		jelas  																		padamasa  																		perdikan  																		hindu  																		ini  																		Trenggalek  																		mengalami  																		masa  																		Kediri sampai  																		dengan  																		Majapahit.  																		Bukti  																		lain  																		yang  																		memperkuat  																		pendapat  																		ini  																		yaitu dengan ditemukannya  																		ambang  																		pintu  																		candi  																		dan  																		sebuah  																		yoni  																		yang  																		digali  																		dari Desa  																		Sukorame  																		Kecamatan  																		Gandusari. Disekitar  																		pondok  																		pesantren  																		Hidayatul  																		Tholab-pun  																		banyak  																		dijumpai  																		puing  																		puing percandian  																		dan arca  																		arca,  																		antara  																		lainnya  																		dua buah  																		kepala  																		kala,  																		arca ganesya  																		dan balok &#8211;  																		balok  																		batu  																		berkas 																 																 																 																percandian. Malahan  																		dapat  																		diperkirakan  																		dengan jelas  																		bahwa  																		prasasti  																		Kamulanpun  																		dipendam didaerah  																		ini. Setelah  																		masa  																		perdikan  																		Hindu,  																		datang  																		dan  																		berkembang  																		Agama  																		Islam  																		yang menyebabkan  																		banyak 																 																 																  																sekali  																		perdikan  																		perdikan  																		Hindu  																		yang  																		langsung  																		dijadikan Perdikan  																		Islam.  																		Sayang  																		sekali  																		mengenai jaman  																		Islam  																		awal ini  																		di  																		Trenggalek  																		tidak ditemui  																		informasi  																		yang  																		memadai. Meskipun  																		demikian satu hal  																		yang tak  																		dapat  																		dilupakan  																		bahwa  																		Menak  																		Sopal  																		perlu diangkat  																		sebagai  																		figur  																		sejarah  																		pemula 																 																 																  																penyebar  																		Agama  																		Islam di  																		Trenggalek, yang  																		banyak  																		perhatiannya  																		dalam  																		bidang  																		pertanian. Ternyata  																		pada  																		peninggalan  																		kompleks  																		makam  																		Bagong  																		yang  																		sampai  																		kini  																		diyakini dan  																		dipercayai masyarakat  																		Trenggalek  																		tentang  																		pembuatan  																		Dam  																		Bagong oleh  																		Menak  																		Sopal,  																		terdapat  																		suatu bukti &#8211;  																		bukti  																		yang  																		berupa  																		makam  																		Menak  																		Sopal dan  																		istrinya  																		yang  																		tergores  																		pada  																		nisannya  																		sebuah candra  																		sangkala. Candra  																		Sangkala  																		tadi  																		berbunyi  																		&#8220;Sirnaning  																		Puspita  																		Cinatur  																		Wulan&#8221;,  																		dengan arti sirna  																		merupakan  																		ungkapan  																		dari  																		makam,  																		dan  																		merupakan  																		tempat  																		orang  																		meninggal maka bernilai  																		0 (nol).  																		Sedangkan  																		bunga  																		bernilai  																		9 (sembilan)  																		dan  																		karena  																		bunga ini  																		berdaun mahkota  																		empat  																		menimbulkan  																		kata  																		cinatur  																		yang  																		nilainya  																		4 (empat), candra  																		yang  																		berarti  																		bulan bernilai  																		1( satu),  																		akibatnya  																		angka  																		tahun  																		itu bila  																		dibaca dari  																		belakang  																		ialah  																		1490  																		caka atau  																		1568  																		Masehi. Data  																		tersebut  																		mnunjukkan  																		bahwa  																		masuknya  																		agama  																		islam di  																		Trenggalek sekitar  																		abad  																		XVI,  																		pada  																		waktu  																		kerajaan  																		pajang  																		diperintah  																		oleh  																		Sultan  																		Hadiwijaya. Bagaimana  																		keadaan  																		trenggalek  																		pada  																		masa  																		Perdikan  																		Islam  																		ini  																		kurang  																		dapat dipaparkan, seolah  																		olah  																		masa itu  																		masih  																		tertutup  																		oleh  																		tabir  																		misteri  																		yang  																		perlu dikuakkan  																		pada  																		masa &#8211;  																		masa yang  																		akan  																		datang.</p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: large;"> <span style="color: #006600; font-family: Agency FB; font-weight: 700;" lang="IN"> Trenggalek awal  																lalu dig</span><span style="color: #009933;"><span style="font-family: Agency FB; font-weight: 700;" lang="IN">abungkan </span></span> </span></p>
<p><span style="font-size: x-small;"> <span style="font-family: Tahoma;" lang="IN">S</span></span><span style="font-size: 9pt; font-family: Tahoma;"><span lang="IN">ejarah  																		Kabupaten  																		Trenggalek  																		memang  																		unik,  																		hal ini  																		tercermin  																		dalam  																		periodisasinya  																		yang pernah  																		mengalami  																		masa  																		penggabungan.  																		Periode  																		trenggalek  																		awal  																		yang  																		mengetengahkan  																		perkembangan  																		dinamika  																		Poleksosbud  																		Trenggalek 																<span style="text-decoration: underline;">+</span> 1830 M  																		sampai  																		1932  																		yang  																		dilanjutkan  																		dengan  																		masa  																		Trenggalek  																		digabungkan  																		yang  																		meliputi  																		awal  																		Proklamasi  																		sampai  																		Revolusi  																		Fisik</span></span><span style="font-family: Arial Narrow;" lang="IN">.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial Narrow;" lang="IN"><br />
</span></p>
<p><strong>Trenggalek Awal</strong></p>
<p align="left">Yang dimaksud dengan Trenggalek awal ialah masa dimana patut dibedakan pemerintahan  timbul tenggelam yang mengemudikan Kabupaten Trenggalek. Peristiwa sebelum 1830 yang menggoncangkan pulau jawa adalah peristiwa pembunuhan penduduk Cina di Batavia secara besar-besaran yang dilaksanakan oleh VOC pada tanggal 10 Oktober 1940 yang dikenal dengan nama perang Pacino atau geger Pacinan. Akibatnya Mas Garendi yang bergelar Sunan Kuning membantu penduduk cina dan mengadakan pemberontakan menyerang Kartasura pada 30 Juni 1742. Akibat dari pemberontakan ini Sultan Paku Buwana II terpaksa melarikan diri ke Ponorogo.</p>
<p align="left">Dengan bantuan Bupati Mertodiningrat dari Ponorogo Sunan Paku Buwana II berhasil menumpas pemberontakan Mas Garendi mengakibatkan putra Bupati Mertodiningrat diangkat sebagai  <em>Bupati Trenggalek yang pertama pada tahun 1743. Bupati trenggalek </em><em>pertama inilah yang bernama </em><em> <strong>Sumotruno</strong>. </em></p>
<p>Bupati Sumotruno digantikan oleh saudaranya sendiri Bupati  <strong><em>Jayanegara</em></strong> yang merangkap penguasa tunggal di Sawo Ponorogo. Waktu perang Mangkubumen, penguasa Trenggalek   adalah Ngabei Surengrana yang pada awalnya membantu Mas Said kemudian berganti haluan menggabungkan diri dan mengikuti jejak Sultan Hamengkubuwana I. Pada akhir peperangan Mangkubumen yang mencetuskan perjanjian Giyanti pada 13 Pebruari 1755 mengakibatkan Trenggalek dibagi menjadi dua bagian,</p>
<p>Bagian Timur termasuk wilayah Ngrawa dan bagian barat dan selatan termasuk Kabupaten Pacitan. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya tugu perbatasan dari batu yang terdapat didesa gayam Kecamatan Panggul. Baru pada tahun 1830 setelah Perang Diponegaran selesai, daerah Trenggalek langsung menjadi milik Belanda. Susunan tata pemerintahan pada waktu itu tidak banyak diketahui  hanya dapat diperkirakan kalau tidak terlampau jauh bedanya dengan daerah &#8211; daerah wilayah Kerajaan Mataram yang lain.</p>
<p>Pada tahun 1942 Bupati Trenggalek Raden Tumenggung Mangkunagoro meninggal dan digantikan oleh Raden Tumenggung Aryakusuma Adinoto</p>
<p>yang sejak awalnya menjabat sebagai Bupati Besuki. Raden Tumenggung Aryakusuma Adinoto pada tahun 1943 dipindahkan ke berbek daerah Nganjuk, sehingga jabatan Bupati  Trenggalek masa ini lowong. Untuk mengisi kekosongan ini diangkatlah Raden Ngabei Joyopuspo yang</p>
<p>pada awalnya menjabat sebagai patih Trenggalek menjadi Bupati  Trenggalek dengan Raden Tumenggung Pusponagoro. Tidak selang lama Raden Tumenggung  Pusponagoro wafat, sebagai gantinya diangkatlah wedono Tulungagung, Raden Gondokusumo menantu Bupati Tulungagung sebagai Bupati Trenggalek dengan gelar Tumenggung Sumoadiningrat pada tahun 1845 M.</p>
<p><strong>Trenggalek  Digabungkan</strong></p>
<p>Sejak tahun 1926 telah diadakan perubahan pemerintahan oleh pihak Belanda. Perubahan ini di Trenggalek dilaksanakan pada tahun 1935, sejak saat ini Trenggalek digabungkan, sebagian daerahnya dimasukkan Kabupaten Tulungagung dan sebagian  lainnya dimasukkan Kabupaten Pacitan. Akibatnya hal ini sama dengan pada masa sebelum Kabupaten Trenggalek awal.</p>
<p>Penggabungan ini menyebabkan Trenggalek kurang mendapat perhatian. Dengan demikian keadaan trenggalek tidak dapat dicatat. Trenggalek pada masa revolusi fisik ditandai dengan masuknya daerah ini kedalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Berita masuknya Trenggalekkedalam negara kesatuan Republik Indonesia meskipun secara tidak resmi telah terdengar secara lisan dan tersebar serta didengar oleh seluruh penduduk desa &#8211; desa Trenggalek.</p>
<p><em><strong>Dalam masa ini trenggalek juga mendapat perhatian dari pembesar pembesar </strong></em>negara antara lain :</p>
<p>Menteri Agama Kyai Haji Masjkur yang didampingi oleh Mr. Sunaryo sebagai sekjen Depag.Datang pula Menteri Dalam Negeri Drs. Susanto Tirtoprodjo,SH serta Menteri Negara dr, Sukiman Wiryosandjojo yang sampai didaerah Trenggalek dengan jalan kaki.</p>
<p>Panglima Besar Jendral Sudirmanpun pernah dua kali mengunjungi trenggalek. Kunjungannya yang terakhir pada tanggal 24 januari 1949 menuju</p>
<p>desa Nglongsor.</p>
<p>Sekitar Konferansi Meja Bundar yang membuahkan Pemerintah Republik Indonesia Serikat imbasnya terasa pula di Trenggalek. Hal ini dapat diketahui dengan adanya serah terima kekuasaan yang dilakukan Mukardi, R. Roestamadji   dan Sukarlan dari pihak RI di Trenggalek dengan Mayor Cronn dan Karis  Sumadi sebagai wakil pihak Belanda. Dengan demikian selesailah masa penggabungan di Trenggalek yang dipenuhi oleh peristiwa peristiwa duka dan lara. Namun berkat nama Tuhan Yang Maha Esa fajar telah menyingsing dan Trenggalek mengalami masa cemerlang serta masa pembangunan demi tercapainya Keagungan Bangsa dan Negara.</p>
<p><strong>Trenggalek  Wibawa</strong></p>
<p>Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjunjung seluruh wilayah Indonesia menjadi wilayah yang merdeka dalam kesatuan dan persatuan dengan Negara Republik Indonesia. Secara formal Kabupaten Trenggalek timbul kembali berdasarkan SK. Presiden tahun 1950 Nomor 20 yang ditandai oleh Presiden saat sebagai Presiden RI yang termasuk dalam Negara Republik Indonesia Serikat.</p>
<p>Perjalanan roda sejarah tidak pernah henti akibatnya Trenggalekpun mengalami Pemerintahan Orde Lama dan Trenggalek wibawa dalam pembangunan. Dari Undang &#8211; Undang Nomor 20 tahun 1950 dapat diketahui bahwa Trenggalek dinyatakan sebagai Kabupaten yang terdiri dari Kawedanan Trenggalek, Kampak, Karangan dan Panggul. Pada awalnya Notosugito Patih Tulungagung diangkat sebagai Bupati trenggalek.</p>
<p>Sesudah Notosugito Trenggalek diperintah Oleh R.Lantip sebagai acting Bupati di Trenggalek sejak tanggal 8 Agustus 1950 sampai 27 Desember 1950 yang pada saat itu sudah terbentuk DPRS, untuk pertama kalinya jabatan ketua dipegang oleh R. Oetomo. Semenjak tanggal 27 Desember 1950 Muprapto menduduki kursi Bupati Kabupaten Trenggalek yang berakhir pada tanggal 21 januari 1958. penggantinya R. Abdul Karimdiposastro memerintah sejak tanggal 1 Desember 1958 sampai dengan 1 Juni 1960.</p>
<p>Bupati R. Abdul Karimdiposastro didampingi oleh R. Supangatprawironoto selaku Kepala Daerah Trenggalek. Masa orde lama diakhiri dengan masa pemerintahan Bupati Budikuntjahjo yang diamankan oleh Negara karena tersangkut peristiwa G 30 S/PKI.</p>
<p>Demikianlah beberapa peristiwa yang dapat dicatat dalam masa Orde Lama.Antara tanggal 1 oktober 1945 sampai 31 januari 1967 Kabupaten Trenggalek diperintah oleh Bupati Hardjito yang merupakan perintis Orde Baru didaerah Trenggalek. Pada tahun 1967 Bupati Muladi menggantikan  Bupati Hardjito, saying sekali Bupati Muladi hanya memerintah antara tanggal 1 pebruari  1967 sampai 1 oktober 1968.</p>
<p>Semenjak tahun 1967 Trenggalek dipimpin oleh Bupati Sutran yang gigih berusaha memotivitir penduduk Trenggalek agar lebih giat melipat gandakan produksi pertanian</p>
<p><strong>Wasana Kata</strong></p>
<p>Dalam mengikuti peristiwa perjalanan hidup manusia &#8211; manusia Trenggalek yang terkait dalam putaran roda sejarah Kabupaten Trenggalek maka kini sampailah pada wasana kata yang akan mengakhiri Kitab Petunjuk Singkat Sejarah Kabupaten Trenggalek ini. Dari hasil penelitian, penelusuran, pengolahan dan penyusunan Kabupaten Trenggalek dapatlah kini disimpulkan bahwa :</p>
<p>1. Trenggalek telah dihuni oleh manusia &#8211; manusia purba sebagai nenek moyang sejak jaman Prasejarah.</p>
<p>2. Jaman Prasejarah diakhiri pada tahun 851 caka atau 929 Masehi dengan diketemukannya Prasasti Kampak yang melahirkan Perdikan Kampak. Sebagai anugrah Simaparasima dari Raja Pu Sindok Isyana Tunggadewa sebagai hadiah pada masyarakat Trenggalek.</p>
<p>3. Perdikan Kampak disusul dengan timbul dan memantabnya Perdikan Kamulan yang lahir pada tanggal 31 Agustus 1194 dengan demikian secara yuridis formal Kabupaten  Trenggalek lahir pada tanggal 31 Agustus 1194 hari Rabu Kliwon.</p>
<p>4. Keadaan geeografis Trenggalek memiliki beberapa keistimewaan yang tak dimiliki oleh daerah lain, sehingga meelahirkan goresan sejarah yang berbeda pula dengan daerah lain. Akibatnya daerah ini selalu menjadi &#8220;terugval basis&#8221;. Karena itu tepat sekali bila daerah ini bernama &#8220;TRNG GALE&#8221; yang kemudian karena perubahan gejala bahasa maka menjadi &#8220;TRENGGALEK&#8221;.</p>
<p>Dengan demikian patutlah bila terjilma cita cita Trenggalek Wibawa yang tak kenal mundur untuk terus membangun. Hal ini jelas terungkap dalam sirat dan suratan Lambang Trenggalek yang berbunyi :  <strong>&#8220;JWALITA PRAJA KARANA&#8221;.</strong></p>
<p>Karena itu sebagai doa dan harapan yang mengakhiri Kitab Kecil ini tercetus sasanti :  <strong>&#8220;Jaya Wijayagung Mandraguna Trenggalek Jayati&#8221;.</strong></p>
<p><strong>Sumber:<br />
</strong><a href="http://www.jatimprov.go.id/index.php?option=com_kb&amp;id=146" target="_blank">jatimprov.go.id</a></p>
<p><strong>Sejarah Trenggalek</strong></p>
<p>Berdasar pada Kitab Babon Sejarah Trenggalek, Kabupaten trenggalek telah dihuni manusia sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu pada jaman pra-sejarah. Hal itu dapat dibuktikan dengan telah ditemukannya artifak-artifak jaman batu besar seperti: Menhir, Mortar, Batu Saji, Batu Dakon, Palinggih Batu, Lumpang Batu dan lain-lain. Benda-benda tersebut tersebar di daerah-daerah yang terpisah yang dimungkinkan di daerah tersebut adalah jalur perjalanan manusia Pemula. Berdasar data tersebut disimpulkan bahwa, perjalanan manusia Pemula berasal dari Pacitan menuju ke Wajak Tulungagung dengan melalui jalur:</p>
<ul>
<li>Dari Pacitan menuju Wajak melalui Panggul, Dongko, Pule, Karangan dan menyusuri sungai Ngasinan menuju Wajak Tulungagung.</li>
<li>Dari Pacitan menuju Wajak melalui Ngerdani, Kampak, Gandusari dan menuju Wajak Tulungagung.</li>
<li>Dari Pacitan menuju Wajak dengan menyusuri Pantai Selatan Panggul, Munjungan, Prigi, dan akhirnya menuju ke Wajak Tulungagung.</li>
</ul>
<p>Menurut HR VAN KEERKEREN, Homo Wajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan-peninggalan manusia purba Pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. Sehingga, disimpulkan bahwa pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek dihuni oleh manusia.</p>
<p>Walaupun banyak ditemukan peninggalan manusia purba, untuk menentukan kapan Kabupaten Trenggalek terbentuk belum cukup kuat karena artifak-artifak tersebut tidak ditemukan tulisan. Baru setelah ditemukannya prasasti Kamsyaka atau tahun 929 Masehi, dapat diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah-daerah yang mendapat hak otonomi / swatantra, diantaranya Perdikan Kampak berbatasan dengan Samudra Indonesia di sebelah Selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi. Disamping itu, disinggung pula daerah Dawuhan dimana saat ini daerah Dawuhan tersebut juga termasuk wilayah Kabupaten Trenggalek. Pada jaman itu tulisan juga sudah mulai dikenal.</p>
<p>Setelah ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Sri Sarweswara Triwikramataranindita Srengga Lancana Dikwijayatunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Kertajaya (Raja Kediri) yang juga bertuliskan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatannya, maka Panitia Penggali Sejarah menyimpulkan bahwa hari, tanggal, bulan, dan tahun pada prasasti tersebut adalah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.</p>
<p><strong>Sejarah Singkat Pemerintahan</strong></p>
<p>Seperti halnya daerah-daerah lain, di jaman itu Kabupaten Trenggalek juga pernah mengalami perubahan wilayah kerja. Beberapa catatan tentang perubahan tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Dengan adanya Perjanjian Gianti tahun 1755, Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua, yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Wilayah Kabupaten Trenggalek seperti didalam bentuknya yang sekarang ini, kecuali Panggul dan Munjungan, masuk ke dalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo yang berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Sedangkan Panggul dan Munjungan masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan yang berada di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.</li>
<li>Pada tahun 1812, dengan berkuasanya Inggris di Pulau Jawa (Periode Raffles 1812-1816) Pacitan (termasuk didalamnya Panggul dan Munjungan) berada di bawah kekuasaan Inggris dan pada tahun 1916 dengan berkuasanya lagi Belanda di Pulau Jawa, Pacitan diserahkan oleh Inggris kepada Belanda termasuk juga Panggul dan Munjungan.</li>
<li>Pada tahun 1830 setelah selesainya perang Diponegoro, wilayah Kabupaten Trenggalek, tidak termasuk Panggul dan Munjungan, yang semula berada dalam wilayah kekuasaan Bupati ponorogo dan Kasunanan Surakarta masuk di bawah kekuasaan Belanda. Dan, pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek termasuk Panggul dan Munjungan memperoleh bentuknya yang nyata sebagai wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten versi Pemerintah Hindia Belanda sampai disaat dihapuskannya pada tahun 1923.</li>
</ul>
<p>Alasan atau pertimbangan dihapuskannya Kabupaten Trenggalek dari administrasi Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu secara pasti tidak dapat diketahui. Namun diperkirakan mungkin secara ekonomi Trenggalek tidak menguntungkan bagi kepentingan pemerintah kolonial Belanda.<br />
Wilayahnya dipecah menjadi dua bagian, yakni wilayah kerja Pembantu Bupati di Panggul masuk Kabupaten Pacitan dan selebihnya wilayah Pembantu Bupati Trenggalek, Karangan dan Kampak masuk wilayah Kabupaten Tulungagung sampai dengan pertengahan tahun 1950.<br />
Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, Trenggalek menemukan bentuknya kembali sebagai suatu daerah Kabupaten di dalam Tata Administrasi Pemerintah Republik Indonesia.</p>
<p>Saat yang bersejarah itu tepatnya jatuh pada seorang Pimpinan Pemerintahan (acting Bupati) dan seterusnya berlangsung hingga sekarang. Seorang Bupati pada masa Pemerintahan Hindia Belanda yang terkenal sangat berwibawa dan arif bijaksana adalah MANGOEN NEGORO II yang terkenal dengan sebutan KANJENG JIMAT yang makamnya terletak di Desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan.</p>
<p>Menurut bukti administrasi yang ada di Bagian Pemerintahan Kabupaten Trenggalek, nama-nama Bupati yang pernah menjabat di Kabupaten Trenggalek adalah:<br />
a.     Jaman Trenggalek Awal<br />
1. Sumotruno (menjabat tahun 1793)<br />
2. Djojonagoro (menjabat tahun &#8230;)<br />
3. Mangoen Dirono (menjabat tahun &#8230;)<br />
4. Mangoen Negoro I (menjabat tahun 1830)<br />
5. Mangoen Negoro II (menjabat tahun &#8230; &#8211; 1842)<br />
6. Arjokusumo Adinoto (menjabat tahun 1842 &#8211; 1843)<br />
7. Puspo Nagoro (menjabat tahun 1843 &#8211; 1845)<br />
8. Sumodiningrat (menjabat tahun 1845 &#8211; 1850)<br />
9. Mangoen Diredjo (menjabat tahun 1850 &#8211; 1894)<br />
10. Widjojo Koesoemo (menjabat tahun 1894 &#8211; 1905)<br />
11. Poerba Nagoro (menjabat tahun 1906 &#8211; 1932)</p>
<p>b.     Jaman Trenggalek Manunggal<br />
Dengan manunggalnya kembali wilayah Pembantu Bupati di Panggul dengan wilayah Pembantu Bupati di Trenggalek, Karangan dan Kampak, maka pada jaman itu Trenggalek merupakan daerah Administrasi dalam arti mempunyai wilayah kekuasaan sendiri dan tidak bergabung dengan daerah Kabupaten lainnya. Adapun Bupati yang pernah menjabat pada masa itu hingga sekarang adalah:<br />
1. Noto Soegito (menjabat tahun 1950)<br />
2. R. Latif (menjabat tahun 1950)<br />
3. Muprapto (menjabat tahun 1950 &#8211; 1958)<br />
4. Abdul Karim Dipo Sastro (menjabat tahun 1958 &#8211; 1960)<br />
5. Soetomo Boedi K. (menjabat tahun 1965)<br />
6. Hardjito (menjabat tahun 1965 &#8211; 1967)<br />
7. Muladi (menjabat tahun 1967 &#8211; 1968)<br />
8. Sotran (menjabat tahun 1968 &#8211; 1974)<br />
9. Much. Poernanto (menjabat tahun 1974 &#8211; 1975)<br />
10. Soedarso (menjabat tahun 1975 &#8211; 1985)<br />
11. Haroen Al Rasyid (menjabat tahun 1985 &#8211; 1990)<br />
12. Drs. H. Slamet (menjabat tahun 1990 &#8211; 1995)<br />
13. Drs. H. Ernomo (menjabat tahun 1995 &#8211; 2000)<br />
14. Ir. Mulyadi WR (menjabat tahun 2000 &#8211; 2005)<br />
15. Soeharto (menjabat tahun 2005 &#8211; sekarang)</p>
<p><strong>Sumber:</strong><a href="http://pariwisata-trenggalek.com/i_sejarah.html" target="_blank">pariwisata-trenggalek.com</a></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 3349px; width: 1px; height: 1px;">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" colspan="2">Berdasar pada Kitab Babon Sejarah Trenggalek, Kabupaten trenggalek telah dihuni manusia sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu pada jaman pra-sejarah. Hal itu dapat dibuktikan dengan telah ditemukannya artifak-artifak jaman batu besar seperti: Menhir, Mortar, Batu Saji, Batu Dakon, Palinggih Batu, Lumpang Batu dan lain-lain. Benda-benda tersebut tersebar di daerah-daerah yang terpisah yang dimungkinkan di daerah tersebut adalah jalur perjalanan manusia Pemula. Berdasar data tersebut disimpulkan bahwa, perjalanan manusia Pemula berasal dari Pacitan menuju ke Wajak Tulungagung dengan melalui jalur:</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" width="5%" valign="top">a.</td>
<td class="isi_konten_sej" width="95%" valign="top">Dari Pacitan menuju Wajak melalui Panggul, Dongko, Pule, Karangan dan menyusuri sungai Ngasinan menuju Wajak Tulungagung.</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" valign="top">b.</td>
<td class="isi_konten_sej" valign="top">Dari Pacitan menuju Wajak melalui Ngerdani, Kampak, Gandusari dan menuju Wajak Tulungagung.</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" valign="top">c.</td>
<td class="isi_konten_sej" valign="top">Dari Pacitan menuju Wajak dengan menyusuri Pantai Selatan Panggul, Munjungan, Prigi, dan akhirnya menuju ke Wajak Tulungagung.</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" colspan="2" valign="top">Menurut HR VAN KEERKEREN, Homo Wajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan-peninggalan manusia purba Pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. Sehingga, disimpulkan bahwa pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek dihuni oleh manusia.</p>
<p>Walaupun banyak ditemukan peninggalan manusia purba, untuk menentukan kapan Kabupaten Trenggalek terbentuk belum cukup kuat karena artifak-artifak tersebut tidak ditemukan tulisan. Baru setelah ditemukannya prasasti Kamsyaka atau tahun 929 Masehi, dapat diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah-daerah yang mendapat hak otonomi / swatantra, diantaranya Perdikan Kampak berbatasan dengan Samudra Indonesia di sebelah Selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi. Disamping itu, disinggung pula daerah Dawuhan dimana saat ini daerah Dawuhan tersebut juga termasuk wilayah Kabupaten Trenggalek. Pada jaman itu tulisan juga sudah mulai dikenal.</p>
<p>Setelah ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Sri Sarweswara Triwikramataranindita Srengga Lancana Dikwijayatunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Kertajaya (Raja Kediri) yang juga bertuliskan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatannya, maka Panitia Penggali Sejarah menyimpulkan bahwa hari, tanggal, bulan, dan tahun pada prasasti tersebut adalah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/08/sejarah-trenggalek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SELAMAT HARI JADI TRENGGALEK KE 815</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/08/selamat-hari-jadi-trenggalek-ke-815/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/08/selamat-hari-jadi-trenggalek-ke-815/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 02:19:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini 31 Agustus 2009 Kabupaten Trenggalek Berusia 815
&#8220;SELAMAT HARI JADI TRENGGALEK KE 815&#8243;
Semoga Makin Maju
&#8220;Jaya Wijayagung Mandraguna Trenggalek Jayati&#8221;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Hari ini 31 Agustus 2009 Kabupaten Trenggalek Berusia 815</p>
<p style="text-align: center;">&#8220;SELAMAT HARI JADI TRENGGALEK KE 815&#8243;</p>
<p style="text-align: center;">Semoga Makin Maju</p>
<p style="text-align: center;">&#8220;<span lang="IN"><strong><span style="font-family: Tahoma; color: #006600; font-size: x-small;">Jaya Wijayagung Mandraguna Trenggalek Jayati&#8221;</span></strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/08/selamat-hari-jadi-trenggalek-ke-815/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trenggalek Tourism</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/08/trenggalek-tourism/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/08/trenggalek-tourism/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 05:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[eastjava.com Adalah situs wisata berbahasa Inggris yang berisi informasi wisata di Jawa Timur, salah satunya adalah informasi wisata di kabupaten Trenggalek.

Trenggalek is situated on the South-West of Surabaya, the                        Capital city of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://www.eastjava.com/tourism/trenggalek/index.html" target="_blank">eastjava.com</a> Adalah situs wisata berbahasa Inggris yang berisi informasi wisata di Jawa Timur, salah satunya adalah informasi wisata di kabupaten Trenggalek.<br />
<img class="aligncenter" title="Selayang Pandang Pantai Prigi" src="http://www.eastjava.com/tourism/trenggalek/galleries/prigi-beach/image/prigi-beach-004.jpg" alt="" width="800" height="600" /></p>
<blockquote><p>Trenggalek is situated on the South-West of Surabaya, the                        Capital city of East Java Province, and bordered by Tulungagung                        in the East, Indonesian Ocean in the South, Pacitan and                        Ponorogo in the West, Ponorogo and Tulungagung Regencies                        in the North.<br />
Trenggalek covers 126.140 Ha, a part of it, is mountainous                        and the rest is lowland. And tourism places which is very                        exciting as the other objects.</p>
<p>Trenggalek regencies is enriched with various potential                        natural resources such as: maining material (marble, limestons,                        meteorit, orcher, piropillit, feldspar, caolin, trass, sandstons,                        etc). Agriculture product (rice, corn soja), plantation                        products (coffee, colve, cacao, coconut mangosteen, zalacca                        and durian), forest products (such as terpentine as row                        material for gondorukem / gum) and tourism places which                        so exciting as the other objects.</p>
<p align="justify">There are many visitors often visit this                        regency to spent their holiday. The visitors are interesting                        with Trenggalek&#8217;s tourism objects, such as: Prigi Beach,                        Damas Beach, Pelang Beach, Karanggongso Beach, Lowo Cave,                        and also Trenggalek&#8217;s traditional art and food. Its beautiful                        and origin beaches are able to invite many visitors. Those                        visitors are also interesting in Trenggalek&#8217;s anniversary.                        It usually held some of traditional attraction, which very                        interesting.</p>
<p align="justify">As coastal area, Trenggalek has many fishermen                        who can catch many fresh fishes from the sea. They have                        annual ceremony that called &#8220;Larung Semboyo&#8221;.                        This ceremony is mean to thank to God because of His blessing                        to all fishermen.</p>
<p align="justify">Don&#8217;t be hesitated to visit Trenggalek.                        Enjoy its beaches, traditional food and the other interesting                        places in Trenggalek.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/08/trenggalek-tourism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerajinan Trenggalek</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/08/kerajinan-trenggalek/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/08/kerajinan-trenggalek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 02:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultonhar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Dari peringatan HUT RI ke 64 ini saya sempat melihat beberapa produk trenggalek yang klo saya rasa kurang dipublikasikan, atau karena saya jarang di trenggalek jadi tidak tau  . Ini beberapa jepretan gambar yang mungkin bisa memberi informasi pada kita semua.

Ini saya ambil di acara karnaval kecamatan gandusari 15 agustus 2009
Mebel jati mulya diambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari peringatan HUT RI ke 64 ini saya sempat melihat beberapa produk trenggalek yang klo saya rasa kurang dipublikasikan, atau karena saya jarang di trenggalek jadi tidak tau <img src='http://ditrenggalek.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Ini beberapa jepretan gambar yang mungkin bisa memberi informasi pada kita semua.<br />
<img class="aligncenter" title="Kerajinan panci di kecamatan gandusari" src="http://images.menaksopal.multiply.com/image/1/photos/6/600x600/36/IMG-0061.JPG?et=0hJN9C%2CminPRVeDS7F8hQA&amp;nmid=277668361" alt="" width="600" height="450" /></p>
<p style="text-align: center;">Ini saya ambil di acara karnaval kecamatan gandusari 15 agustus 2009</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Mebel Jati Mulya" src="http://images.menaksopal.multiply.com/image/1/photos/9/600x600/9/IMG-0109.JPG?et=a0zVAvk7kppTSaiFE6FdyA&amp;nmid=277709995" alt="" width="600" height="450" />Mebel jati mulya diambil pada malam 17 agustus</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Alamat mebel Jati Mulya" src="http://images.menaksopal.multiply.com/image/1/photos/9/600x600/10/IMG-0110.JPG?et=1jeoI%2CmQT1%2C7ToRjAwQsdA&amp;nmid=277709995" alt="" width="600" height="450" /></p>
<p style="text-align: center;">Alamat Mebel Jati Mulya</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-154"></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Karya Ibu ibu PKK" src="http://images.menaksopal.multiply.com/image/1/photos/9/600x600/11/IMG-0111.JPG?et=uq2urGxZIBEchIeP5g6yEg&amp;nmid=277709995" alt="" width="600" height="450" /></p>
<p style="text-align: center;">Hasta Karya Penggerak PKK kabupaten Trenggalek</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="karya ibu ibu pkk" src="http://images.menaksopal.multiply.com/image/1/photos/9/600x600/12/IMG-0112.JPG?et=zHdhSYQee3FWZlzCMERoZg&amp;nmid=277709995" alt="" width="600" height="450" /></p>
<p style="text-align: center;">Hasta Karya Penggerak PKK</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Kerajinan Batu Marmer" src="http://images.menaksopal.multiply.com/image/1/photos/9/600x600/13/IMG-0113.JPG?et=uyX8CIa8jmFiRmYDHyNhPQ&amp;nmid=277709995" alt="" width="600" height="450" /></p>
<p style="text-align: center;">Kerajinan Batu Marmer</p>
<p style="text-align: left;">Sedikit potret kerajinan di kabupaten trenggalek dan saya yakin masih banyak produk kerajinan yang lain yang belum terekspos. Untuk Kerajinan marmer itu saya ambil satu-satunya karena pas batere saya habis <img src='http://ditrenggalek.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align: left;">Event Seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan  produk trenggalek keluar. Maju Terus Trenggalek&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/08/kerajinan-trenggalek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinas Perhubungan Dan Pariwisata Kabupaten Trenggalek</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/05/dinas-perhubungan-dan-pariwisata-kabupaten-trenggalek/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/05/dinas-perhubungan-dan-pariwisata-kabupaten-trenggalek/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 08:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah situs dari Dinas Perhubungan dan Pariwisata Kabupaten Trenggalek, untuk lebih jelasnya mengenai informasi wisata kabupaten trenggalek silahkan berkunjung ke  pariwisata-trenggalek.com
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah situs dari Dinas Perhubungan dan Pariwisata Kabupaten Trenggalek, untuk lebih jelasnya mengenai informasi wisata kabupaten trenggalek silahkan berkunjung ke <a href="http://www.pariwisata-trenggalek.com" target="_blank"> pariwisata-trenggalek.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/05/dinas-perhubungan-dan-pariwisata-kabupaten-trenggalek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/02/selamat-datang/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/02/selamat-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 02:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultonhar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang ditrenggalek.com
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang ditrenggalek.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/02/selamat-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
