<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ditrenggalek.com</title>
	<atom:link href="http://ditrenggalek.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ditrenggalek.com</link>
	<description>media informasi komunikasi dan pendidikan warga trenggalek</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Dec 2009 10:42:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Trenggalek Kembali On Line</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/12/situs-resmi-pemerintah-kabupaten-trenggalek-kembali-on-line/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/12/situs-resmi-pemerintah-kabupaten-trenggalek-kembali-on-line/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 10:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[ Trenggalekkab.go.id,
Setelah beberapa tahun down, hari ini situs resmi pemerintah kabupaten trenggalek On-Line. Semoga dengan kembali On Line nya situs ini dapat membawa manfaat kepada seluruh masyarakat trenggalek.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://trenggalekkab.go.id"> Trenggalekkab.go.id</a>,</p>
<div id="attachment_207" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-207" title="trenggalek" src="http://ditrenggalek.com/wp-content/uploads/2009/12/trenggalek-300x187.jpg" alt="screenshoot web pemkab" width="300" height="187" /><p class="wp-caption-text">screenshoot web pemkab</p></div>
<p>Setelah beberapa tahun down, hari ini situs resmi pemerintah kabupaten trenggalek On-Line. Semoga dengan kembali On Line nya situs ini dapat membawa manfaat kepada seluruh masyarakat trenggalek.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/12/situs-resmi-pemerintah-kabupaten-trenggalek-kembali-on-line/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi resmi trenggalek</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/10/informasi-resmi-trenggalek/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/10/informasi-resmi-trenggalek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 08:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Site Link]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[resmi]]></category>
		<category><![CDATA[trenggalek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Karena situs utama (trenggalekkab.go.id) sampai sekarang tidak kunjung online atau online dengan tampilan yang sangat aneh, maka ada inisiatif dari beberapa departemen/bidang (saya ndak tau nama tepatnya) untuk membuat dari blog. Dari sisi resmi atau tidaknya saya juga tidak tau karena sesuai aturan pandi tentang nama domain, domain resmi pemerintahan adalah .go.id ( aturan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena situs utama (<a href="http://trenggalekkab.go.id">trenggalekkab.go.id</a>) sampai sekarang tidak kunjung online atau online dengan tampilan yang sangat aneh, maka ada inisiatif dari beberapa departemen/bidang (saya ndak tau nama tepatnya) untuk membuat dari blog. Dari sisi resmi atau tidaknya saya juga tidak tau karena sesuai aturan pandi tentang nama domain, domain resmi pemerintahan adalah .go.id (<a href="http://www.pandi.or.id/ketentuan-dan-kebijakan/"> aturan dari PANDI</a>).</p>
<p>PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) adalah badan hukum yang dibentuk oleh perwakilan dari komunitas teknologi informasi dan telah memenuhi syarat sebagai badan hukum di Indonesia. PANDI memiliki maksud dan tujuan untuk mengembangkan dan menyediakan jasa layanan yang lain terkait dengan nama domain. Lebih jelas tentang pandi silahkan berkunjung ke web resminya di <a href="http://pandi.or.id">pandi.or.id.</a><br />
<img class="aligncenter size-medium wp-image-199" title="Screenshot trenggalekkab.go.id" src="http://ditrenggalek.com/wp-content/uploads/2009/10/Screenshot-4-300x168.png" alt="Screenshot trenggalekkab.go.id" width="300" height="168" /></p>
<p style="text-align: center;">tampilan trenggalekkab.go.id</p>
<p style="text-align: left;">Beberapa blog yang bisa anda kunjungi:<br />
<a href="http://bkd-trenggalek.blogspot.com/">BKD Trenggalek</a><br />
<a href="http://humas-trenggalek.blogspot.com/">HUMAS Trenggalek</a><br />
<a href="http://organisasi-trenggalek.blogspot.com/">Organisasi Trenggalek</a></p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/10/informasi-resmi-trenggalek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa saya ndak pernah update ???</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/10/kenapa-saya-ndak-pernah-update/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/10/kenapa-saya-ndak-pernah-update/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 07:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Diantara para netter sepat bertanya kenapa ndak pernah update situs ini?
Jawabanya: Karena saya ndak pandai menulis yang indah dan saya juga kurang tau kondisi trenggalek yang sebenarnya (kondisi terbaru trenggalek). Pada awal pembuatan situs atau blog ini saya punya harapan ada saudara-saudara dari trenggalek yang mau mengirim artikel atau cerita atau juga pengen menampilkan iklan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara para netter sepat bertanya kenapa ndak pernah update situs ini?<br />
Jawabanya: Karena saya ndak pandai menulis yang indah dan saya juga kurang tau kondisi trenggalek yang sebenarnya (kondisi terbaru trenggalek). Pada awal pembuatan situs atau blog ini saya punya harapan ada saudara-saudara dari trenggalek yang mau mengirim artikel atau cerita atau juga pengen menampilkan iklan produk mereka di internet.</p>
<p>Ada juga yang pernah bertanya siapa saya ini (admin)?<br />
Jawabanya: <a href="http://ditrenggalek.com/admin/"> silahkan dilihat disini yah <img src='http://ditrenggalek.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </a></p>
<p>Semoga situs/blog ini kedepan bisa ada manfaatnya buat kita semua, amin. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/10/kenapa-saya-ndak-pernah-update/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halal Bihalal IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek)</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/09/halal-bihalal-ikat-ikatan-keluarga-asal-trenggalek/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/09/halal-bihalal-ikat-ikatan-keluarga-asal-trenggalek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 02:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Saya memforward informasi dari blog IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek) dan dari  Facebook IKAT tentang undangan halal bihalal, semoga informasi ini bermanfaat.
HALAL BIHALAL IKAT 2009
Mengharap dengan hormat atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara Sarimbit pada acara :
Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) 
Yang akan diselenggarakan besok pada :
Hari Raya Idul Fitri 1430 H / Lebaran ke-2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memforward informasi dari blog <a href="http://ikat-trenggalek.blogspot.com/" target="_blank">IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek)</a> dan dari <a href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=131363313586&amp;topic=10453#/pages/IKAT-Ikatan-Keluarga-Asal-Trenggalek/131363313586" target=-blank> Facebook IKAT</a> tentang undangan halal bihalal, semoga informasi ini bermanfaat.</p>
<div style="color: #b6d7a8; text-align: center;"><span style="font-size: x-large;"><strong>HALAL BIHALAL IKAT 2009</strong></span></div>
<div style="text-align: center;">Mengharap dengan hormat atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara Sarimbit pada acara :</div>
<div style="color: lime; text-align: center;"><span style="font-size: large;"><strong>Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) </strong></span></div>
<div style="text-align: center;">Yang akan diselenggarakan besok pada :</div>
<div style="color: #9fc5e8; text-align: center;"><span style="font-size: small;"><strong>Hari Raya Idul Fitri 1430 H / Lebaran ke-2 (<em>Sesuai Keputusan Menteri Agama RI</em>) </strong></span></div>
<div style="color: #9fc5e8; text-align: center;"><span style="font-size: small;"><strong>Pukul 19.00 WIB </strong></span></div>
<div style="text-align: center;">Bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek</div>
<div style="text-align: center;">Pakaian Bebas Rapi</div>
<p style="text-align: center;">Demikian atas perhatian dan kehadirannya disampaikan terima kasih.</p>
<p>Informasi lebih lanjut, hubungi <strong>Sekretariat Panitia Halal Bihalal IKAT Tahun 2009</strong><br />
Jalan A. Yani Nomor 1 Trenggalek Telp. 0355-791155 ext 154<br />
e-mail : ikat.trenggalek@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/09/halal-bihalal-ikat-ikatan-keluarga-asal-trenggalek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewan Kok Belum Kembalikan Inventaris</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/09/dewan-kok-belum-kembalikan-inventaris/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/09/dewan-kok-belum-kembalikan-inventaris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 02:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[dewan]]></category>
		<category><![CDATA[dinas]]></category>
		<category><![CDATA[trenggalek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[ Ditulis oleh magang   Kamis, 20 Agustus 2009 09:31 

TRENGGALEK – Seminggu sebelum habis masa jabatan, pim­pinan dan anggota dewan di­minta untuk mengembalikan in­ventaris, berupa mobil dan motor dinas. Jika anggota DPRD periode 2009-2014 dilatik pada 26 Agustus nanti, maka hari itu adalah batas akhir pengembalian invetaris tersebut.
Sekretaris DPRD Trenggalek Machfud Efendi mengatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="articleinfo"><span class="createdby"> Ditulis oleh magang </span> <span class="createdate"> Kamis, 20 Agustus 2009 09:31 </span></p>
<p class="iteminfo">
<p>TRENGGALEK – Seminggu sebelum habis masa jabatan, pim­pinan dan anggota dewan di­minta untuk mengembalikan in­ventaris, berupa mobil dan motor dinas. Jika anggota DPRD periode 2009-2014 dilatik pada 26 Agustus nanti, maka hari itu adalah batas akhir pengembalian invetaris tersebut.<br />
Sekretaris DPRD Trenggalek Machfud Efendi mengatakan sudah mengirimkan surat pena­rikan inventaris tersebut bebe­rapa waktu lalu. Rencananya, inventaris tersebut akan dikem­balikan pada bagian aset (dinas pendapatan, keuangan dan aset daerah). “Nanti aset yang me­nge­lola setelah barang kami kem­balikan,” ujar Machfud.<br />
Inventaris kendaraan yang didapatkan para wakil rakyat berupa mobil Nissan Terano untuk ketua dewan, dua Kijang Innova untuk dua wakil ketua dewan, serta 42 sepeda motor Honda Kharisma bagi anggota dewan.<br />
Untuk anggota dewan baru nanti, sekretariat dewan juga sudah mengusulkan sejumlah ang­garan dalam perubahan ang­garan keuangan. Yaitu sebesar Rp 1 miliar untuk mobil dan Rp 630 juta untuk motor. “Untuk pimpinan dewan, misalnya ketua dewan, jenis kendaraannya disamakan dengan yang dipakai bupati,” ujar Machfud.<br />
Untuk anggaran mobil, nanti setidaknya dibutuhkan empat unit. Satu ketua, dan tiga wakil ketua.<br />
Sekadar diketahui, periode nanti ada tiga wakil ketua. Tidak lagi dua orang seperti periode sekarang. “Sampai sekarang belum ada yang mengem­bali­kan,” ujar Machfud dikonfirmasi dua hari lalu.<br />
Selama ini, anggota DPRD Trenggalek memang hanya men­dapatkan inventaris berupa ken­daraan dinas. Selain itu, inven­taris lain tidak diterimakan. Mi­salnya, inventaris laptop hanya dibawa oleh pendamping ma­sing-masing komisi.<br />
Sementara dari pantauan Radar Tulungagung, selama ini anggota dewan lebih banyak menggu­na­kan kendaraan pribadinya diban­dingkan memakai kendaraan di­nas. Ini terutama oleh para ang­go­ta dewan, sedangkan pimpinan de­wan memakai fasilitas yang lebih nyaman tersebut. Keba­nya­kan anggota dewan memilih naik mo­bil pribadi yang tak kalah perlente.<br />
Apalagi untuk anggota baru nanti, separo dari mereka berlatar belakang rekanan proyek dari kelas atas. Bisa jadi bantuan inventaris motor nyaris tak per­nah dipakai ngantor, dan rawan disalahgunakan. Misalnya saja seperti yang pernah tertangkap tangan oleh anggota satpol PP, motor dinas dipakai untuk mencari rumput pakan ternak. (tin)</p>
<p>Sumber: <a href="http://radartulungagung.co.id/politik/569-dewan-kok-belum-kembalikan-inventaris.html"  target=_blank>radartulungagung.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/09/dewan-kok-belum-kembalikan-inventaris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Trenggalek</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/08/sejarah-trenggalek/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/08/sejarah-trenggalek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum ditemukan sumber yang bersifat  									tertulis maka daerah itu mengalami masa prasejarah. Sedangkan di Trenggalek jaman  									sejarah akan ditandai dengan adanya prasasti  									yang pertama  								 								 								kalinya muncul berbentuk  									Prasati Kampak atau dikenal dengan namanya Perdikan Kampak. Pada jaman Prasejarah, Trenggalek telah  									dihuni oleh manusia dengan bukti  									ditemu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Sebelum ditemukan sumber yang bersifat  									tertulis maka daerah itu mengalami masa prasejarah. Sedangkan di Trenggalek jaman  									sejarah akan ditandai dengan adanya prasasti  									yang pertama  								 								 								kalinya muncul berbentuk  									Prasati Kampak atau dikenal dengan namanya Perdikan Kampak. Pada jaman Prasejarah, Trenggalek telah  									dihuni oleh manusia dengan bukti  									ditemu kannya  								 								 								 benda-benda yang merupakan  									hasil jaman Nirloka. Dari hasil penelitian  									serta lokasi benda benda prasejarah tadi  									dapatlah direkontruksikan, perjalanan manusia-manusia pemula di daerah Trenggalek  									itu dalam beberapa jalur, yaitu :</p>
<ol>
<li>Jalur Pertama, dari Pacitan menuju Panggul  									perjalanan diteruskan ke Dongko, dari Dongko  								   								 								 								menuju  								 								   								 								 								ke Pule kemudian menuju ke Karangan  									dari sini dengan menyusuri sungai Ngasinan  								   								 								 								menuju ke Durenan.Kemudian manusia &#8211; manusia  									Purba Trenggalek itu melanjutkan perjalanan  								 								  								 								 								ke wajak daerah Tulungagung.</li>
<li>Jalur Kedua, berangkat dari Pacitan ke  									Panggul menuju Dongko, melalui tanjakan ngerdani turun  								 								   								 								 								ke daerah Kampak laju ke  									Gandusari, dari sini perjalanan dilanjutkan ke Tulungagung.</li>
<li>Jalur Ketiga, berangkat dari Pacitan menuju  									Panggul menyusuri tepi Samudra Indonesia menuju   								 								   								 								 								Munjungan, di teruskan ke Prigi lalu  									Ke Wajak.</li>
</ol>
<p align="left">Demikian rekontruksi perjalanan manusia &#8211;  								manusia pra sejarah yang  								 								berlangsung bolak balik antara  								Pacitan dengan Wajak. Jalur-jalur perjalanan  								tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya  								artefak jaman batu besar seperti, menir, mortar,  								batu saji, batu dakon, palinggih  								batu, lumpang batu dan sebagainya. Yang  								kesemuanya benda benda tadi tersebar  								didaerah daerah bekas jalur jalur lalu lintas  								mereka itu.<strong><em> HR VAN HEEKEREN</em></strong><strong> </strong>menyatakan bahwa homowajakensis (manusia  									purba wajak) hidup pada  								 								 								masa Plestosin atas,  									sedangkan peninggalan Pacitan berkisar  									antara 8.000 sampai 35.000 tahun  								 								 								 yang  									lalu.Akibatnya masa megaliticum atau masa neoliticum itulah yang meliputi daerah  									Trenggalek purba. Satu hal yang perlu dicatat disini bahwa  									manusia &#8211; manusia Trenggalek pada waktu itu dapat direkontruksikan lebih tua jika  									dibandingkan manusia wajak dan lebih muda  									dibanding dengan manusia &#8211; manusia Sampung  									Ponorogo.<span id="more-177"></span></p>
<p>Mengingat masa itu masyarakat sudah mengenal  									pertanian, maka dari segi sosial, masyarakat  									tadi sudah mengenal struktur atau  									stratifikasi sosial walaupun dalam bentuk sangat sederhana. Sedangkan masalah  									perekonomian dan kebudayaan telah pula  									mereka kenal dan mereka anut serta  									dikerjakan oleh masyarakat pendukungnya. Berakhirnya masa prasejarah berarti mulainya  									masa sejarah dimana tulisan mulai dikenal pada saat itu. 								 								Untuk itu Perdikan Kampak merupakan tonggak  									sejarah Kabupaten Trenggalek yang tak dapat  									diabaikan. Lahirnya perdikan kampak ditandai  									dengan adanya prasasti kampak yang dibuat  									oleh<strong><em> Raja Sindok pada tahun 851 syaka atau  									929 Masehi. </em></strong> Dari prasati itu dapat diketahui bahwa  									Trenggalek pada masa itu sudah memiliki  									daerah daerah yang mendapatkan hak otonomi  									atau swantara lebih jelas lagi diketengahkan  									bahwa Perdikan Kampak berbatasan dengan  									mahasamudera (Samudera Indonesia ) disebelah  									selatan yang pada waktu itu wilayahnya  									meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi.  									Selanjutnya disinggung pula daerah Dawuhan  									yang sekarang daerah ini juga masih dapat  									dijumpai di Trenggalek. Setelah masa Mpu  									Sindok dengan melalui masa Raja Dharmawangsa  									lahirlah di Jawa Timur kerajaan Kahuripan  									yang diperintah oleh Raja Airlangga. Hanya  									sayangnya pada masa ini tidak banyak  									diketahui kesejarahannya, dikarenakan tidak  									ditemuinya data atau mungkin belum  									ditemukannya data tentang masa tersebut.</p>
<p>Namun tidak bisa disangkal bahwa wilayah  									Trenggalek termasuk dalam kawasan Kahuripan  									yang kemudian berkesinambungan menjadi  									wilayah kerajaan Kediri. Dari jaman Kediri  									hanya ada beberapa hal yang dapat dicatat,  									utamanya pada masa ini munculnya prasasti  									Kamulan yang terletak di Desa Kamulan  									Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.</p>
<p align="left">Bertolak  																		dari  																		prasasti  																		Kamulan  																		dapatlah  																		diajukan  																		suatu  																		masa  																		lahirnya  																		Perdikan  																		Kamulan.  																		Di dalam prasasti 																 																 																  																Kamulan  																		dicantumkan  																		tahun  																		pembuatannya yaitu  																		tahun  																		1116  																		caka  																		atau  																		tahun  																		1194  																		masehi. Prasasti  																		tadi  																		dikeluarkan  																		oleh Raja  																		Sarweswara  																		Trikramawataranindita  																		Srngga</p>
<p align="left">Lancana 																 																 																  																Dikwijayotunggadewa  																		atau biasa  																		dikenal  																		dengan  																		nama  																		Kertajaya. Raja  																		inilah  																		yang  																		berhasil  																		mengusir  																		musuh  																		musuhnya  																		dari  																		daerah  																		Katang &#8211;  																		katang berkat  																		bantuan rakyat  																		Kamulan.</p>
<p>Berdasarkan  																		atas  																		prasasti  																		inilah  																		ditetapkan  																		&#8220;Hari  																		jadi  																		Kabupaten Trenggalek  																		pada hari&#8221;  																		Rabu  																		Kliwon &#8220;<em><strong>tanggal  																		31 bulan  																		Agustus  																		tahun 1194. </strong> </em> Hari dan  																		tanggal  																		tersebut  																		dijadikan  																		hari  																		jadi  																		atau  																		hari  																		lahirnya Kabupaten  																		Trenggalek  																		berdasarkan data  																		sejarah  																		yang  																		ditemui di  																		Trenggalek,  																		antara  																		lain :</p>
<ul>
<li><strong>Pertama  																:</strong> Prasejarah  																		daerah  																		Trenggalek  																		menunjukkan  																		bahwa  																		daerah  																		itu telah 																 																   																 																 																 																dihuni  																		manusia,  																		tetapi jaman  																		ini  																		bersifat masih  																		nisbi  																		sekali.</li>
<li><strong>Kedua  																:</strong> Prasasti  																		Kampak  																		tidak  																		jelas  																		hari dan  																		tanggalnya  																		kapan  																		Prasati itu  																		dilaksanakan  																		isinya.</li>
<li><strong>Ketiga</strong><strong> :</strong> Hanya  																			Prasasti  																			Kamulan  																			yang  																			memiliki  																			informasi  																			cukup  																			lengkapsehingga   																 mampulah 																 																 																 																prasastiKamulan 																dijadikan  																			tonggak  																			sejarah  																			lahirnya Kabupaten  																 Trenggalek  																			secara  																			analitis,  																			historis,  																			yuridis  																			formalyang  																			dapat dipertanggung 																 																  																			 jawabkan.</li>
</ul>
<p><strong> <em> Masa 																 																 																Perdikan</em></strong></p>
<p>Dalam  																		masa  																		perdikan  																		ini  																		dapat  																		dikelompokkan  																		dua  																		liputan  																		yakni 																 																 																:</p>
<p><strong><em> a. 																		Masa Perdikan  																		Hindu.</em></strong></p>
<p><strong><em> b. 																		Masa  																		Perdikan  																		Islam.</em></strong></p>
<p>Pada  																		masa  																		perdikan  																		Hindu  																		ditemui  																		puing &#8211;  																		puing  																		percandian  																		di  																		daerah Trenggalek  																		serta  																		beberapa  																		benda &#8211;  																		benda  																		purbakala  																		Hindu.  																		Antara  																		lain beberapa  																		monogram  																		seperti  																		monogram  																		1330  																		caka atau  																		1408  																		Masehi  																		yang  																		terpahatkan  																		dalam  																		punggung  																		arca  																		wanita yang  																		ditemukan  																		di  																		Dompyong. Arca  																		Bhima  																		yang  																		ditemukan  																		di Dukuh  																		Ngreco  																		desa  																		Parakan  																		dan kini  																		dimuka Pendopo  																		Kabupaten  																		serta  																		Arcadwarapala  																		yang  																		ditemukan  																		dikaki Gunung  																		Kambe 																 																 																 																Desa  																		Watulimo.  																		Penemuan  																		tadi  																		merupakan  																		koleksi benda  																		purba  																		yang  																		diidentifikasi 																 																 																 																pada  																		jaman  																		Majapahit  																		akhir  																		pembuatannya. Jadi  																		jelas  																		padamasa  																		perdikan  																		hindu  																		ini  																		Trenggalek  																		mengalami  																		masa  																		Kediri sampai  																		dengan  																		Majapahit.  																		Bukti  																		lain  																		yang  																		memperkuat  																		pendapat  																		ini  																		yaitu dengan ditemukannya  																		ambang  																		pintu  																		candi  																		dan  																		sebuah  																		yoni  																		yang  																		digali  																		dari Desa  																		Sukorame  																		Kecamatan  																		Gandusari. Disekitar  																		pondok  																		pesantren  																		Hidayatul  																		Tholab-pun  																		banyak  																		dijumpai  																		puing  																		puing percandian  																		dan arca  																		arca,  																		antara  																		lainnya  																		dua buah  																		kepala  																		kala,  																		arca ganesya  																		dan balok &#8211;  																		balok  																		batu  																		berkas 																 																 																 																percandian. Malahan  																		dapat  																		diperkirakan  																		dengan jelas  																		bahwa  																		prasasti  																		Kamulanpun  																		dipendam didaerah  																		ini. Setelah  																		masa  																		perdikan  																		Hindu,  																		datang  																		dan  																		berkembang  																		Agama  																		Islam  																		yang menyebabkan  																		banyak 																 																 																  																sekali  																		perdikan  																		perdikan  																		Hindu  																		yang  																		langsung  																		dijadikan Perdikan  																		Islam.  																		Sayang  																		sekali  																		mengenai jaman  																		Islam  																		awal ini  																		di  																		Trenggalek  																		tidak ditemui  																		informasi  																		yang  																		memadai. Meskipun  																		demikian satu hal  																		yang tak  																		dapat  																		dilupakan  																		bahwa  																		Menak  																		Sopal  																		perlu diangkat  																		sebagai  																		figur  																		sejarah  																		pemula 																 																 																  																penyebar  																		Agama  																		Islam di  																		Trenggalek, yang  																		banyak  																		perhatiannya  																		dalam  																		bidang  																		pertanian. Ternyata  																		pada  																		peninggalan  																		kompleks  																		makam  																		Bagong  																		yang  																		sampai  																		kini  																		diyakini dan  																		dipercayai masyarakat  																		Trenggalek  																		tentang  																		pembuatan  																		Dam  																		Bagong oleh  																		Menak  																		Sopal,  																		terdapat  																		suatu bukti &#8211;  																		bukti  																		yang  																		berupa  																		makam  																		Menak  																		Sopal dan  																		istrinya  																		yang  																		tergores  																		pada  																		nisannya  																		sebuah candra  																		sangkala. Candra  																		Sangkala  																		tadi  																		berbunyi  																		&#8220;Sirnaning  																		Puspita  																		Cinatur  																		Wulan&#8221;,  																		dengan arti sirna  																		merupakan  																		ungkapan  																		dari  																		makam,  																		dan  																		merupakan  																		tempat  																		orang  																		meninggal maka bernilai  																		0 (nol).  																		Sedangkan  																		bunga  																		bernilai  																		9 (sembilan)  																		dan  																		karena  																		bunga ini  																		berdaun mahkota  																		empat  																		menimbulkan  																		kata  																		cinatur  																		yang  																		nilainya  																		4 (empat), candra  																		yang  																		berarti  																		bulan bernilai  																		1( satu),  																		akibatnya  																		angka  																		tahun  																		itu bila  																		dibaca dari  																		belakang  																		ialah  																		1490  																		caka atau  																		1568  																		Masehi. Data  																		tersebut  																		mnunjukkan  																		bahwa  																		masuknya  																		agama  																		islam di  																		Trenggalek sekitar  																		abad  																		XVI,  																		pada  																		waktu  																		kerajaan  																		pajang  																		diperintah  																		oleh  																		Sultan  																		Hadiwijaya. Bagaimana  																		keadaan  																		trenggalek  																		pada  																		masa  																		Perdikan  																		Islam  																		ini  																		kurang  																		dapat dipaparkan, seolah  																		olah  																		masa itu  																		masih  																		tertutup  																		oleh  																		tabir  																		misteri  																		yang  																		perlu dikuakkan  																		pada  																		masa &#8211;  																		masa yang  																		akan  																		datang.</p>
<p style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: large;"> <span style="color: #006600; font-family: Agency FB; font-weight: 700;" lang="IN"> Trenggalek awal  																lalu dig</span><span style="color: #009933;"><span style="font-family: Agency FB; font-weight: 700;" lang="IN">abungkan </span></span> </span></p>
<p><span style="font-size: x-small;"> <span style="font-family: Tahoma;" lang="IN">S</span></span><span style="font-size: 9pt; font-family: Tahoma;"><span lang="IN">ejarah  																		Kabupaten  																		Trenggalek  																		memang  																		unik,  																		hal ini  																		tercermin  																		dalam  																		periodisasinya  																		yang pernah  																		mengalami  																		masa  																		penggabungan.  																		Periode  																		trenggalek  																		awal  																		yang  																		mengetengahkan  																		perkembangan  																		dinamika  																		Poleksosbud  																		Trenggalek 																<span style="text-decoration: underline;">+</span> 1830 M  																		sampai  																		1932  																		yang  																		dilanjutkan  																		dengan  																		masa  																		Trenggalek  																		digabungkan  																		yang  																		meliputi  																		awal  																		Proklamasi  																		sampai  																		Revolusi  																		Fisik</span></span><span style="font-family: Arial Narrow;" lang="IN">.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial Narrow;" lang="IN"><br />
</span></p>
<p><strong>Trenggalek Awal</strong></p>
<p align="left">Yang dimaksud dengan Trenggalek awal ialah masa dimana patut dibedakan pemerintahan  timbul tenggelam yang mengemudikan Kabupaten Trenggalek. Peristiwa sebelum 1830 yang menggoncangkan pulau jawa adalah peristiwa pembunuhan penduduk Cina di Batavia secara besar-besaran yang dilaksanakan oleh VOC pada tanggal 10 Oktober 1940 yang dikenal dengan nama perang Pacino atau geger Pacinan. Akibatnya Mas Garendi yang bergelar Sunan Kuning membantu penduduk cina dan mengadakan pemberontakan menyerang Kartasura pada 30 Juni 1742. Akibat dari pemberontakan ini Sultan Paku Buwana II terpaksa melarikan diri ke Ponorogo.</p>
<p align="left">Dengan bantuan Bupati Mertodiningrat dari Ponorogo Sunan Paku Buwana II berhasil menumpas pemberontakan Mas Garendi mengakibatkan putra Bupati Mertodiningrat diangkat sebagai  <em>Bupati Trenggalek yang pertama pada tahun 1743. Bupati trenggalek </em><em>pertama inilah yang bernama </em><em> <strong>Sumotruno</strong>. </em></p>
<p>Bupati Sumotruno digantikan oleh saudaranya sendiri Bupati  <strong><em>Jayanegara</em></strong> yang merangkap penguasa tunggal di Sawo Ponorogo. Waktu perang Mangkubumen, penguasa Trenggalek   adalah Ngabei Surengrana yang pada awalnya membantu Mas Said kemudian berganti haluan menggabungkan diri dan mengikuti jejak Sultan Hamengkubuwana I. Pada akhir peperangan Mangkubumen yang mencetuskan perjanjian Giyanti pada 13 Pebruari 1755 mengakibatkan Trenggalek dibagi menjadi dua bagian,</p>
<p>Bagian Timur termasuk wilayah Ngrawa dan bagian barat dan selatan termasuk Kabupaten Pacitan. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya tugu perbatasan dari batu yang terdapat didesa gayam Kecamatan Panggul. Baru pada tahun 1830 setelah Perang Diponegaran selesai, daerah Trenggalek langsung menjadi milik Belanda. Susunan tata pemerintahan pada waktu itu tidak banyak diketahui  hanya dapat diperkirakan kalau tidak terlampau jauh bedanya dengan daerah &#8211; daerah wilayah Kerajaan Mataram yang lain.</p>
<p>Pada tahun 1942 Bupati Trenggalek Raden Tumenggung Mangkunagoro meninggal dan digantikan oleh Raden Tumenggung Aryakusuma Adinoto</p>
<p>yang sejak awalnya menjabat sebagai Bupati Besuki. Raden Tumenggung Aryakusuma Adinoto pada tahun 1943 dipindahkan ke berbek daerah Nganjuk, sehingga jabatan Bupati  Trenggalek masa ini lowong. Untuk mengisi kekosongan ini diangkatlah Raden Ngabei Joyopuspo yang</p>
<p>pada awalnya menjabat sebagai patih Trenggalek menjadi Bupati  Trenggalek dengan Raden Tumenggung Pusponagoro. Tidak selang lama Raden Tumenggung  Pusponagoro wafat, sebagai gantinya diangkatlah wedono Tulungagung, Raden Gondokusumo menantu Bupati Tulungagung sebagai Bupati Trenggalek dengan gelar Tumenggung Sumoadiningrat pada tahun 1845 M.</p>
<p><strong>Trenggalek  Digabungkan</strong></p>
<p>Sejak tahun 1926 telah diadakan perubahan pemerintahan oleh pihak Belanda. Perubahan ini di Trenggalek dilaksanakan pada tahun 1935, sejak saat ini Trenggalek digabungkan, sebagian daerahnya dimasukkan Kabupaten Tulungagung dan sebagian  lainnya dimasukkan Kabupaten Pacitan. Akibatnya hal ini sama dengan pada masa sebelum Kabupaten Trenggalek awal.</p>
<p>Penggabungan ini menyebabkan Trenggalek kurang mendapat perhatian. Dengan demikian keadaan trenggalek tidak dapat dicatat. Trenggalek pada masa revolusi fisik ditandai dengan masuknya daerah ini kedalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Berita masuknya Trenggalekkedalam negara kesatuan Republik Indonesia meskipun secara tidak resmi telah terdengar secara lisan dan tersebar serta didengar oleh seluruh penduduk desa &#8211; desa Trenggalek.</p>
<p><em><strong>Dalam masa ini trenggalek juga mendapat perhatian dari pembesar pembesar </strong></em>negara antara lain :</p>
<p>Menteri Agama Kyai Haji Masjkur yang didampingi oleh Mr. Sunaryo sebagai sekjen Depag.Datang pula Menteri Dalam Negeri Drs. Susanto Tirtoprodjo,SH serta Menteri Negara dr, Sukiman Wiryosandjojo yang sampai didaerah Trenggalek dengan jalan kaki.</p>
<p>Panglima Besar Jendral Sudirmanpun pernah dua kali mengunjungi trenggalek. Kunjungannya yang terakhir pada tanggal 24 januari 1949 menuju</p>
<p>desa Nglongsor.</p>
<p>Sekitar Konferansi Meja Bundar yang membuahkan Pemerintah Republik Indonesia Serikat imbasnya terasa pula di Trenggalek. Hal ini dapat diketahui dengan adanya serah terima kekuasaan yang dilakukan Mukardi, R. Roestamadji   dan Sukarlan dari pihak RI di Trenggalek dengan Mayor Cronn dan Karis  Sumadi sebagai wakil pihak Belanda. Dengan demikian selesailah masa penggabungan di Trenggalek yang dipenuhi oleh peristiwa peristiwa duka dan lara. Namun berkat nama Tuhan Yang Maha Esa fajar telah menyingsing dan Trenggalek mengalami masa cemerlang serta masa pembangunan demi tercapainya Keagungan Bangsa dan Negara.</p>
<p><strong>Trenggalek  Wibawa</strong></p>
<p>Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjunjung seluruh wilayah Indonesia menjadi wilayah yang merdeka dalam kesatuan dan persatuan dengan Negara Republik Indonesia. Secara formal Kabupaten Trenggalek timbul kembali berdasarkan SK. Presiden tahun 1950 Nomor 20 yang ditandai oleh Presiden saat sebagai Presiden RI yang termasuk dalam Negara Republik Indonesia Serikat.</p>
<p>Perjalanan roda sejarah tidak pernah henti akibatnya Trenggalekpun mengalami Pemerintahan Orde Lama dan Trenggalek wibawa dalam pembangunan. Dari Undang &#8211; Undang Nomor 20 tahun 1950 dapat diketahui bahwa Trenggalek dinyatakan sebagai Kabupaten yang terdiri dari Kawedanan Trenggalek, Kampak, Karangan dan Panggul. Pada awalnya Notosugito Patih Tulungagung diangkat sebagai Bupati trenggalek.</p>
<p>Sesudah Notosugito Trenggalek diperintah Oleh R.Lantip sebagai acting Bupati di Trenggalek sejak tanggal 8 Agustus 1950 sampai 27 Desember 1950 yang pada saat itu sudah terbentuk DPRS, untuk pertama kalinya jabatan ketua dipegang oleh R. Oetomo. Semenjak tanggal 27 Desember 1950 Muprapto menduduki kursi Bupati Kabupaten Trenggalek yang berakhir pada tanggal 21 januari 1958. penggantinya R. Abdul Karimdiposastro memerintah sejak tanggal 1 Desember 1958 sampai dengan 1 Juni 1960.</p>
<p>Bupati R. Abdul Karimdiposastro didampingi oleh R. Supangatprawironoto selaku Kepala Daerah Trenggalek. Masa orde lama diakhiri dengan masa pemerintahan Bupati Budikuntjahjo yang diamankan oleh Negara karena tersangkut peristiwa G 30 S/PKI.</p>
<p>Demikianlah beberapa peristiwa yang dapat dicatat dalam masa Orde Lama.Antara tanggal 1 oktober 1945 sampai 31 januari 1967 Kabupaten Trenggalek diperintah oleh Bupati Hardjito yang merupakan perintis Orde Baru didaerah Trenggalek. Pada tahun 1967 Bupati Muladi menggantikan  Bupati Hardjito, saying sekali Bupati Muladi hanya memerintah antara tanggal 1 pebruari  1967 sampai 1 oktober 1968.</p>
<p>Semenjak tahun 1967 Trenggalek dipimpin oleh Bupati Sutran yang gigih berusaha memotivitir penduduk Trenggalek agar lebih giat melipat gandakan produksi pertanian</p>
<p><strong>Wasana Kata</strong></p>
<p>Dalam mengikuti peristiwa perjalanan hidup manusia &#8211; manusia Trenggalek yang terkait dalam putaran roda sejarah Kabupaten Trenggalek maka kini sampailah pada wasana kata yang akan mengakhiri Kitab Petunjuk Singkat Sejarah Kabupaten Trenggalek ini. Dari hasil penelitian, penelusuran, pengolahan dan penyusunan Kabupaten Trenggalek dapatlah kini disimpulkan bahwa :</p>
<p>1. Trenggalek telah dihuni oleh manusia &#8211; manusia purba sebagai nenek moyang sejak jaman Prasejarah.</p>
<p>2. Jaman Prasejarah diakhiri pada tahun 851 caka atau 929 Masehi dengan diketemukannya Prasasti Kampak yang melahirkan Perdikan Kampak. Sebagai anugrah Simaparasima dari Raja Pu Sindok Isyana Tunggadewa sebagai hadiah pada masyarakat Trenggalek.</p>
<p>3. Perdikan Kampak disusul dengan timbul dan memantabnya Perdikan Kamulan yang lahir pada tanggal 31 Agustus 1194 dengan demikian secara yuridis formal Kabupaten  Trenggalek lahir pada tanggal 31 Agustus 1194 hari Rabu Kliwon.</p>
<p>4. Keadaan geeografis Trenggalek memiliki beberapa keistimewaan yang tak dimiliki oleh daerah lain, sehingga meelahirkan goresan sejarah yang berbeda pula dengan daerah lain. Akibatnya daerah ini selalu menjadi &#8220;terugval basis&#8221;. Karena itu tepat sekali bila daerah ini bernama &#8220;TRNG GALE&#8221; yang kemudian karena perubahan gejala bahasa maka menjadi &#8220;TRENGGALEK&#8221;.</p>
<p>Dengan demikian patutlah bila terjilma cita cita Trenggalek Wibawa yang tak kenal mundur untuk terus membangun. Hal ini jelas terungkap dalam sirat dan suratan Lambang Trenggalek yang berbunyi :  <strong>&#8220;JWALITA PRAJA KARANA&#8221;.</strong></p>
<p>Karena itu sebagai doa dan harapan yang mengakhiri Kitab Kecil ini tercetus sasanti :  <strong>&#8220;Jaya Wijayagung Mandraguna Trenggalek Jayati&#8221;.</strong></p>
<p><strong>Sumber:<br />
</strong><a href="http://www.jatimprov.go.id/index.php?option=com_kb&amp;id=146" target="_blank">jatimprov.go.id</a></p>
<p><strong>Sejarah Trenggalek</strong></p>
<p>Berdasar pada Kitab Babon Sejarah Trenggalek, Kabupaten trenggalek telah dihuni manusia sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu pada jaman pra-sejarah. Hal itu dapat dibuktikan dengan telah ditemukannya artifak-artifak jaman batu besar seperti: Menhir, Mortar, Batu Saji, Batu Dakon, Palinggih Batu, Lumpang Batu dan lain-lain. Benda-benda tersebut tersebar di daerah-daerah yang terpisah yang dimungkinkan di daerah tersebut adalah jalur perjalanan manusia Pemula. Berdasar data tersebut disimpulkan bahwa, perjalanan manusia Pemula berasal dari Pacitan menuju ke Wajak Tulungagung dengan melalui jalur:</p>
<ul>
<li>Dari Pacitan menuju Wajak melalui Panggul, Dongko, Pule, Karangan dan menyusuri sungai Ngasinan menuju Wajak Tulungagung.</li>
<li>Dari Pacitan menuju Wajak melalui Ngerdani, Kampak, Gandusari dan menuju Wajak Tulungagung.</li>
<li>Dari Pacitan menuju Wajak dengan menyusuri Pantai Selatan Panggul, Munjungan, Prigi, dan akhirnya menuju ke Wajak Tulungagung.</li>
</ul>
<p>Menurut HR VAN KEERKEREN, Homo Wajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan-peninggalan manusia purba Pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. Sehingga, disimpulkan bahwa pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek dihuni oleh manusia.</p>
<p>Walaupun banyak ditemukan peninggalan manusia purba, untuk menentukan kapan Kabupaten Trenggalek terbentuk belum cukup kuat karena artifak-artifak tersebut tidak ditemukan tulisan. Baru setelah ditemukannya prasasti Kamsyaka atau tahun 929 Masehi, dapat diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah-daerah yang mendapat hak otonomi / swatantra, diantaranya Perdikan Kampak berbatasan dengan Samudra Indonesia di sebelah Selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi. Disamping itu, disinggung pula daerah Dawuhan dimana saat ini daerah Dawuhan tersebut juga termasuk wilayah Kabupaten Trenggalek. Pada jaman itu tulisan juga sudah mulai dikenal.</p>
<p>Setelah ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Sri Sarweswara Triwikramataranindita Srengga Lancana Dikwijayatunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Kertajaya (Raja Kediri) yang juga bertuliskan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatannya, maka Panitia Penggali Sejarah menyimpulkan bahwa hari, tanggal, bulan, dan tahun pada prasasti tersebut adalah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.</p>
<p><strong>Sejarah Singkat Pemerintahan</strong></p>
<p>Seperti halnya daerah-daerah lain, di jaman itu Kabupaten Trenggalek juga pernah mengalami perubahan wilayah kerja. Beberapa catatan tentang perubahan tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Dengan adanya Perjanjian Gianti tahun 1755, Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua, yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Wilayah Kabupaten Trenggalek seperti didalam bentuknya yang sekarang ini, kecuali Panggul dan Munjungan, masuk ke dalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo yang berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Sedangkan Panggul dan Munjungan masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan yang berada di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.</li>
<li>Pada tahun 1812, dengan berkuasanya Inggris di Pulau Jawa (Periode Raffles 1812-1816) Pacitan (termasuk didalamnya Panggul dan Munjungan) berada di bawah kekuasaan Inggris dan pada tahun 1916 dengan berkuasanya lagi Belanda di Pulau Jawa, Pacitan diserahkan oleh Inggris kepada Belanda termasuk juga Panggul dan Munjungan.</li>
<li>Pada tahun 1830 setelah selesainya perang Diponegoro, wilayah Kabupaten Trenggalek, tidak termasuk Panggul dan Munjungan, yang semula berada dalam wilayah kekuasaan Bupati ponorogo dan Kasunanan Surakarta masuk di bawah kekuasaan Belanda. Dan, pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek termasuk Panggul dan Munjungan memperoleh bentuknya yang nyata sebagai wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten versi Pemerintah Hindia Belanda sampai disaat dihapuskannya pada tahun 1923.</li>
</ul>
<p>Alasan atau pertimbangan dihapuskannya Kabupaten Trenggalek dari administrasi Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu secara pasti tidak dapat diketahui. Namun diperkirakan mungkin secara ekonomi Trenggalek tidak menguntungkan bagi kepentingan pemerintah kolonial Belanda.<br />
Wilayahnya dipecah menjadi dua bagian, yakni wilayah kerja Pembantu Bupati di Panggul masuk Kabupaten Pacitan dan selebihnya wilayah Pembantu Bupati Trenggalek, Karangan dan Kampak masuk wilayah Kabupaten Tulungagung sampai dengan pertengahan tahun 1950.<br />
Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, Trenggalek menemukan bentuknya kembali sebagai suatu daerah Kabupaten di dalam Tata Administrasi Pemerintah Republik Indonesia.</p>
<p>Saat yang bersejarah itu tepatnya jatuh pada seorang Pimpinan Pemerintahan (acting Bupati) dan seterusnya berlangsung hingga sekarang. Seorang Bupati pada masa Pemerintahan Hindia Belanda yang terkenal sangat berwibawa dan arif bijaksana adalah MANGOEN NEGORO II yang terkenal dengan sebutan KANJENG JIMAT yang makamnya terletak di Desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan.</p>
<p>Menurut bukti administrasi yang ada di Bagian Pemerintahan Kabupaten Trenggalek, nama-nama Bupati yang pernah menjabat di Kabupaten Trenggalek adalah:<br />
a.     Jaman Trenggalek Awal<br />
1. Sumotruno (menjabat tahun 1793)<br />
2. Djojonagoro (menjabat tahun &#8230;)<br />
3. Mangoen Dirono (menjabat tahun &#8230;)<br />
4. Mangoen Negoro I (menjabat tahun 1830)<br />
5. Mangoen Negoro II (menjabat tahun &#8230; &#8211; 1842)<br />
6. Arjokusumo Adinoto (menjabat tahun 1842 &#8211; 1843)<br />
7. Puspo Nagoro (menjabat tahun 1843 &#8211; 1845)<br />
8. Sumodiningrat (menjabat tahun 1845 &#8211; 1850)<br />
9. Mangoen Diredjo (menjabat tahun 1850 &#8211; 1894)<br />
10. Widjojo Koesoemo (menjabat tahun 1894 &#8211; 1905)<br />
11. Poerba Nagoro (menjabat tahun 1906 &#8211; 1932)</p>
<p>b.     Jaman Trenggalek Manunggal<br />
Dengan manunggalnya kembali wilayah Pembantu Bupati di Panggul dengan wilayah Pembantu Bupati di Trenggalek, Karangan dan Kampak, maka pada jaman itu Trenggalek merupakan daerah Administrasi dalam arti mempunyai wilayah kekuasaan sendiri dan tidak bergabung dengan daerah Kabupaten lainnya. Adapun Bupati yang pernah menjabat pada masa itu hingga sekarang adalah:<br />
1. Noto Soegito (menjabat tahun 1950)<br />
2. R. Latif (menjabat tahun 1950)<br />
3. Muprapto (menjabat tahun 1950 &#8211; 1958)<br />
4. Abdul Karim Dipo Sastro (menjabat tahun 1958 &#8211; 1960)<br />
5. Soetomo Boedi K. (menjabat tahun 1965)<br />
6. Hardjito (menjabat tahun 1965 &#8211; 1967)<br />
7. Muladi (menjabat tahun 1967 &#8211; 1968)<br />
8. Sotran (menjabat tahun 1968 &#8211; 1974)<br />
9. Much. Poernanto (menjabat tahun 1974 &#8211; 1975)<br />
10. Soedarso (menjabat tahun 1975 &#8211; 1985)<br />
11. Haroen Al Rasyid (menjabat tahun 1985 &#8211; 1990)<br />
12. Drs. H. Slamet (menjabat tahun 1990 &#8211; 1995)<br />
13. Drs. H. Ernomo (menjabat tahun 1995 &#8211; 2000)<br />
14. Ir. Mulyadi WR (menjabat tahun 2000 &#8211; 2005)<br />
15. Soeharto (menjabat tahun 2005 &#8211; sekarang)</p>
<p><strong>Sumber:</strong><a href="http://pariwisata-trenggalek.com/i_sejarah.html" target="_blank">pariwisata-trenggalek.com</a></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 3349px; width: 1px; height: 1px;">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" colspan="2">Berdasar pada Kitab Babon Sejarah Trenggalek, Kabupaten trenggalek telah dihuni manusia sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu pada jaman pra-sejarah. Hal itu dapat dibuktikan dengan telah ditemukannya artifak-artifak jaman batu besar seperti: Menhir, Mortar, Batu Saji, Batu Dakon, Palinggih Batu, Lumpang Batu dan lain-lain. Benda-benda tersebut tersebar di daerah-daerah yang terpisah yang dimungkinkan di daerah tersebut adalah jalur perjalanan manusia Pemula. Berdasar data tersebut disimpulkan bahwa, perjalanan manusia Pemula berasal dari Pacitan menuju ke Wajak Tulungagung dengan melalui jalur:</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" width="5%" valign="top">a.</td>
<td class="isi_konten_sej" width="95%" valign="top">Dari Pacitan menuju Wajak melalui Panggul, Dongko, Pule, Karangan dan menyusuri sungai Ngasinan menuju Wajak Tulungagung.</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" valign="top">b.</td>
<td class="isi_konten_sej" valign="top">Dari Pacitan menuju Wajak melalui Ngerdani, Kampak, Gandusari dan menuju Wajak Tulungagung.</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" valign="top">c.</td>
<td class="isi_konten_sej" valign="top">Dari Pacitan menuju Wajak dengan menyusuri Pantai Selatan Panggul, Munjungan, Prigi, dan akhirnya menuju ke Wajak Tulungagung.</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi_konten_sej" colspan="2" valign="top">Menurut HR VAN KEERKEREN, Homo Wajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan-peninggalan manusia purba Pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. Sehingga, disimpulkan bahwa pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek dihuni oleh manusia.</p>
<p>Walaupun banyak ditemukan peninggalan manusia purba, untuk menentukan kapan Kabupaten Trenggalek terbentuk belum cukup kuat karena artifak-artifak tersebut tidak ditemukan tulisan. Baru setelah ditemukannya prasasti Kamsyaka atau tahun 929 Masehi, dapat diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah-daerah yang mendapat hak otonomi / swatantra, diantaranya Perdikan Kampak berbatasan dengan Samudra Indonesia di sebelah Selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi. Disamping itu, disinggung pula daerah Dawuhan dimana saat ini daerah Dawuhan tersebut juga termasuk wilayah Kabupaten Trenggalek. Pada jaman itu tulisan juga sudah mulai dikenal.</p>
<p>Setelah ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Sri Sarweswara Triwikramataranindita Srengga Lancana Dikwijayatunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Kertajaya (Raja Kediri) yang juga bertuliskan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatannya, maka Panitia Penggali Sejarah menyimpulkan bahwa hari, tanggal, bulan, dan tahun pada prasasti tersebut adalah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/08/sejarah-trenggalek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SELAMAT HARI JADI TRENGGALEK KE 815</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/08/selamat-hari-jadi-trenggalek-ke-815/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/08/selamat-hari-jadi-trenggalek-ke-815/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 02:19:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini 31 Agustus 2009 Kabupaten Trenggalek Berusia 815
&#8220;SELAMAT HARI JADI TRENGGALEK KE 815&#8243;
Semoga Makin Maju
&#8220;Jaya Wijayagung Mandraguna Trenggalek Jayati&#8221;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Hari ini 31 Agustus 2009 Kabupaten Trenggalek Berusia 815</p>
<p style="text-align: center;">&#8220;SELAMAT HARI JADI TRENGGALEK KE 815&#8243;</p>
<p style="text-align: center;">Semoga Makin Maju</p>
<p style="text-align: center;">&#8220;<span lang="IN"><strong><span style="font-family: Tahoma; color: #006600; font-size: x-small;">Jaya Wijayagung Mandraguna Trenggalek Jayati&#8221;</span></strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/08/selamat-hari-jadi-trenggalek-ke-815/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trenggalek Tourism</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/08/trenggalek-tourism/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/08/trenggalek-tourism/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 05:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan admin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[eastjava.com Adalah situs wisata berbahasa Inggris yang berisi informasi wisata di Jawa Timur, salah satunya adalah informasi wisata di kabupaten Trenggalek.

Trenggalek is situated on the South-West of Surabaya, the                        Capital city of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://www.eastjava.com/tourism/trenggalek/index.html" target="_blank">eastjava.com</a> Adalah situs wisata berbahasa Inggris yang berisi informasi wisata di Jawa Timur, salah satunya adalah informasi wisata di kabupaten Trenggalek.<br />
<img class="aligncenter" title="Selayang Pandang Pantai Prigi" src="http://www.eastjava.com/tourism/trenggalek/galleries/prigi-beach/image/prigi-beach-004.jpg" alt="" width="800" height="600" /></p>
<blockquote><p>Trenggalek is situated on the South-West of Surabaya, the                        Capital city of East Java Province, and bordered by Tulungagung                        in the East, Indonesian Ocean in the South, Pacitan and                        Ponorogo in the West, Ponorogo and Tulungagung Regencies                        in the North.<br />
Trenggalek covers 126.140 Ha, a part of it, is mountainous                        and the rest is lowland. And tourism places which is very                        exciting as the other objects.</p>
<p>Trenggalek regencies is enriched with various potential                        natural resources such as: maining material (marble, limestons,                        meteorit, orcher, piropillit, feldspar, caolin, trass, sandstons,                        etc). Agriculture product (rice, corn soja), plantation                        products (coffee, colve, cacao, coconut mangosteen, zalacca                        and durian), forest products (such as terpentine as row                        material for gondorukem / gum) and tourism places which                        so exciting as the other objects.</p>
<p align="justify">There are many visitors often visit this                        regency to spent their holiday. The visitors are interesting                        with Trenggalek&#8217;s tourism objects, such as: Prigi Beach,                        Damas Beach, Pelang Beach, Karanggongso Beach, Lowo Cave,                        and also Trenggalek&#8217;s traditional art and food. Its beautiful                        and origin beaches are able to invite many visitors. Those                        visitors are also interesting in Trenggalek&#8217;s anniversary.                        It usually held some of traditional attraction, which very                        interesting.</p>
<p align="justify">As coastal area, Trenggalek has many fishermen                        who can catch many fresh fishes from the sea. They have                        annual ceremony that called &#8220;Larung Semboyo&#8221;.                        This ceremony is mean to thank to God because of His blessing                        to all fishermen.</p>
<p align="justify">Don&#8217;t be hesitated to visit Trenggalek.                        Enjoy its beaches, traditional food and the other interesting                        places in Trenggalek.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/08/trenggalek-tourism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TELECENTER HIBRID TRENGGALEK TELAH DIRESMIKAN</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/08/telecenter-hibrid-trenggalek-telah-diresmikan/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/08/telecenter-hibrid-trenggalek-telah-diresmikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 08:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[


Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika  Prov.  Jatim 


Jumat, 07 Agustus 2009


Telecenter Hibrid di Trenggalek tepatnya di Desa Rejowinangun, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek telah diresmikan pada Senin (3/8) lalu, diharapkan dengan dibangunnya telecenter tersebut, dapat menjadikan sebagai wahana untuk memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi.(ern)
Kepala Bidang Pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="70%" align="left" valign="top"><span>Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika  Prov.  Jatim </span></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">Jumat, 07 Agustus 2009</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Telecenter Hibrid di Trenggalek tepatnya di Desa Rejowinangun, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek telah diresmikan pada Senin (3/8) lalu, diharapkan dengan dibangunnya telecenter tersebut, dapat menjadikan sebagai wahana untuk memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi.<strong>(ern)</strong></span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Kepala Bidang Pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo Jatim Ir Miswan Hadi di kantornya, Jumat (7/8) mengatakan, teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang sangat cepat, internet mulai semakin banyak digunakan oleh masyarakat, karena sangat membantu masyarakat dalam melaksanakan kegiatannya.</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Banyak bidang yang dapat difasilitasi oleh internet mulai dari ilmu pengetahuan, pertanian, pendidikan, kesehatan, sosial, keterampilan, UKM dan lainnya. Namun dibalik itu, belum semua anggota masyarakat kita dapat memanfaatkan keandalan yang ditawarkan oleh TIK (Internet). Hal ini dapat terjadi karena masih terdapat kesenjangan infrastruktur antara satu wilayah dengan wilayah yang lain, termasuk antara kota dan desa.</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Telecenter yang dihadirkan sebagai pusat informasi bagi masyarakat dengan alat bantu TIK atau internet, mengemban tugas mulia yaitu melakukan fasilitasi dan pemberdayaan pada masyarakat dalam banyak bidang. </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Kiprah Telecenter menunjukkan kenyataan, masyarakat yang tinggal di desa dan dikategorikan tertinggal itu, sebenarnya bukan karena mereka bodoh, tetapi lebih karena mereka belum memperoleh kesempatan dan ketersediaan infrastruktur pendukungnya, sehingga tidak mudah untuk mengakses informasi. Disinilah peran telecenter menjadi penting karena menyediakan kesempatan dan infrastruktur akses informasi secara mudah, cepat dan berskala global. </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Dengan kemudahan akses informasi, masyarakat akan terdorong untuk mengakses informasi, dengan demikian pengetahuan mereka akan bertambah, wawasan menjadi luas, kreativitas berkembang, selanjutnya menumbuhkan aktivitas produktif, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan.<span> </span></span><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Dengan dibangunnya empat telecenter baru di Trenggalek, Banyuwangi, Sumenep dan Kota Kediri pada tahun 2009, berarti telecenter di Jawa Timur yang dibangun melalui kerjasama antara Pemprov Jatim dan pemkab/kota berjumlah 18 buah. Target Pemprov Jawa Timur dalam pembangunan telecenter adalah terbangunnya telecenter di 38 kab/kota sebagai <em>prototipe.</em> </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Ditambahkannya, pada kesempatan tersebut juga diadakan pelatihan manajerial bagi pengelola telecenter. Pada pelatihan ini tidak hanya membahas tentang konsep dan teori manajemen, tetapi lebih pada pengetahuan terapan yang didasari pengalaman praktis (empirical experiences). </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Dengan pengetahuan praktis ini, diberikan keleluasaan<span> </span>berkreasi dan berinovasi dalam mengelola telecenter disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing.<span> </span>Karena situasi dan kondisi masyarakat<span> </span>terus berubah dan kebutuhanpun berkembang, oleh karena itu dituntut untuk pandai dan jeli menangkap perubahan tersebut untuk kemudian meresponnya dengan bahasa telecenter. </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Kata Miswan, saat ini telecenter Jatim telah mempunyai perkumpulan yakni Asosiasi Telecenter Jawa Timur, dengan adanya asosiasi ini dapat melakukan pembinaan telecenter yang tersebar di Jatim.</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Untuk diketahui, pada tahun 2005 yang telah bergabung dalam asosiasi tersebut yakni telecenter dari Madiun dan Lamongan. Tahun 2006, Tuban, Lamongan, Pamekasan dan Situbondo. Tahun 2007, Pacitan, Tulungagung, Kota Malang dan Bondowoso dan pada 2008, Pasuruan, Probolinggo, Blitar dan Bojonegoro, sedangkan pada 2009 Trengalek, Kediri, Banyuwangi dan Sumenep<strong>. (ern/j</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber: <a href="http://www.jatimprov.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=5269&amp;Itemid=2">http://jatimprov.go.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/08/telecenter-hibrid-trenggalek-telah-diresmikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelantikan Anggota Legislatif 2009-2014</title>
		<link>http://ditrenggalek.com/2009/08/pelantikan-anggota-legislatif-2009-2014/</link>
		<comments>http://ditrenggalek.com/2009/08/pelantikan-anggota-legislatif-2009-2014/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 07:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ditrenggalek.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[TULUNGAGUNG – Sebanyak 45 ang­gota DPRD Trenggalek periode 2009-2014 kemarin resmi–dilantik. Pelantikan di Pen­dapa Trenggalek dimulai pukul 09.00 hing­ga selesai itu diwarnai aksi demo. Lima pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Trenggalek Menggugat berorasi di tempat pelantikan. Menggunakan to­peng badut, mereka menyalurkan aspirasi kepada dewan baru. Pendemo membawa se­ekor bebek yang diberikan kepada ang­gota dewan baru. Bebek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG – Sebanyak 45 ang­gota DPRD Trenggalek periode 2009-2014 kemarin resmi–dilantik. Pelantikan di Pen­dapa Trenggalek dimulai pukul 09.00 hing­ga selesai itu diwarnai aksi demo. Lima pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Trenggalek Menggugat berorasi di tempat pelantikan. Menggunakan to­peng badut, mereka menyalurkan aspirasi kepada dewan baru. Pendemo membawa se­ekor bebek yang diberikan kepada ang­gota dewan baru. Bebek diterima anggota dewan dari PDIP Agus Wahyudi. Koordinator Aliansi Trenggalek Meng­gugat (ATM) Puryono mengatakan, bebek sebagai simbol sial. Dengan tujuan mem­bu­ang sial, dirinya mengkado be­bek. Hara­pannya, Trenggalek terhindar dari ketidak­beruntungan selama lima tahun ke depan.<br />
Lanjut Puryono, sebagian besar anggota dewan baru berlatar belakang kontraktor. Dirinya khawatir APBD akan dibeteti untuk dijadikan pemasukan “samping” bagi  para wakil rakyat. “Sekitar 60 persen mereka berlatar belakang kontraktor,” terang pria 30 tahun ini.<br />
Sedang pengambilan sumpah jabatan dipimpin ketua Penga­di­lan Negeri Trenggalek. Dilanjut­kan dengan penetapan pimpinan sementara DPRD Trenggalek. Anggota DPRD dari PDIP Akbar Abas dinyatakan sebagai ketua dewan sementara. Itu karena par­tai banteng moncong putih men­dapat kursi terbanyak yaitu dela­pan. Sedang Akbar Abas meru­pa­kan ketua DPC PDIP setempat.<br />
Sedang wakil ketua sementara diserahkan ke Kholiq, anggota DPRD dari PKB. Partai berlogo bola dunia dikelilingi sembilan bin­tang itu menduduki peringkat kedua dalam perolehan kursi de­wan, yaitu tujuh. Kholiq sendiri merupakan ketua DPC PKB. Menariknya, baik Akbar Abas maupun Kholiq berasal dari satu kecamatan, yaitu Gandusari. Rumah keduanya juga tidak ter­lalu jauh. Hanya berjarak sekitar sekilo. Ditemui usai pelantikan, Akbar Abas mengatakan segera berko­mu­nikasi dengan anggota dewan lainya. Tujuannya, pembentukan fraksi. “Kita terus jalin komu­ni­kasi dengan fraksi lain,” kata ayah dua anak itu. (c1)</p>
<p>sumber:<a href="http://radartulungagung.co.id/headlines/700-dewan-baru-dikado-bebek.html"> http://radartulungagung.co.id </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ditrenggalek.com/2009/08/pelantikan-anggota-legislatif-2009-2014/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
